JAKARTA – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia dinilai menjadi beban tambahan bagi perekonomian nasional yang sejatinya sudah terhimpit tekanan dinamika ekonomi dunia yang tak menentu. Penilaian ini disampaikan Pakar Ekonomi Yanuar Rizky, yang mengingatkan bahwa stabilitas moneter merupakan benteng paling vital di tengah gejolak lintas negara yang kian tak terprediksi.
Perry Warjiyo dikenal sebagai arsitek yang selama ini memegang kendali guna menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah, kestabilan harga, serta kelancaran sistem pembayaran nasional. Kepergiannya di momen yang sangat krusial ini, menurut Yanuar, berpotensi menimbulkan ketidakpastian pasar. Dunia usaha, investor asing, maupun pelaku ekonomi dalam negeri membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pimpinan baru, di saat dunia sedang berpacu dengan suku bunga acuan, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik yang memicu fluktuasi harga energi dan pangan.
“Kita tidak bisa memisahkan posisi Gubernur BI hanya sebagai jabatan administratif semata. Sosok pemegang kendali moneter adalah penentu arah keyakinan pasar. Pergantian di saat perekonomian global sedang tidak bersahabat jelas akan menambah lapisan tekanan yang harus ditanggung ekonomi nasional,” tegas Yanuar.
Baca Juga
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini bukanlah hal ringan. Di luar sana, ketidakpastian kebijakan moneter negara maju terus berpotensi membalikkan arus modal keluar dari pasar berkembang. Sementara di dalam negeri, upaya menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan menjaga daya saing ekspor masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Pergantian pimpinan BI yang tidak disertai transisi kebijakan yang mulus dan terukur dapat memperlebar celah kerentanan ekonomi.
Yanuar menegaskan, kepemimpinan yang kokoh dan berkelanjutan di lembaga bank sentral sangat dibutuhkan guna mempertahankan kepercayaan yang telah dibangun susah payah. Konsistensi kebijakan menjadi kunci agar rupiah tetap terjaga, suku bunga kredit tetap mendorong investasi, dan stabilitas sistem keuangan tak terguncang.
Kini, seluruh mata memandang bagaimana proses transisi kepemimpinan akan berlangsung. Pemerintah dan DPR diharapkan dapat menunjuk sosok yang tidak hanya memahami seluk-beluk ekonomi makro, tetapi juga memiliki kepercayaan penuh dari kalangan pelaku pasar, pengusaha, hingga masyarakat luas.
Di tengah gelombang tantangan yang datang silih berganti, stabilitas kepemimpinan di lembaga vital ini adalah syarat mutlak agar Indonesia tidak terlempar arus dan tetap mampu mengarungi samudra ekonomi yang penuh gejolak.
Wartawan sutarno

















