JAKARTA — Kabar besar datang dari Senayan. Pemerintah dan DPR menyepakati pagu belanja pendidikan tahun depan melonjak tajam menjadi Rp824 triliun, naik 13,9 persen dibandingkan tahun ini yang Rp720,8 triliun. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan angka tersebut dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (29/9).
Pemerataan Akses & Mutu Jadi Sasaran
Anggaran raksasa itu difokuskan untuk pemerataan akses dan kualitas pendidikan: Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, perbaikan sarana sekolah dan madrasah, penguatan Sekolah Rakyat, serta pendanaan Sekolah Unggul Garuda. Beasiswa dan pembinaan talenta LPDP juga masuk dalam daftar prioritas.
Namun satu hal menarik: dalam pemaparan tersebut tidak ada penjelasan khusus mengenai porsi program Makan Bergizi Gratis di dalam alokasi pendidikan senilai ratusan triliun ini.
Perlindungan Sosial & Pangan Diperkuat
Belanja perlindungan sosial dipatok Rp539,7 triliun untuk mempercepat pengentasan kemiskinan — mencakup PKH, bantuan pangan, kartu sembako, hingga bantuan iuran JKN. Sektor pangan mendapat Rp195,3 triliun guna mendorong kemandirian produksi serta kesejahteraan petani dan nelayan.
Transfer ke daerah naik menjadi Rp735 triliun, diharapkan memperluas jangkauan layanan publik hingga pelosok negeri.
“APBN dan APBD bergerak satu nafas. Setiap rupiah harus memberi manfaat nyata dan merata,” tegas Suahasil.
Anggaran 2027 kini sah menjadi undang-undang. Publik menanti: bagaimana ratusan triliun ini disalurkan, dan ke mana tepatnya setiap rupiahnya mengalir?@ Sutarno















