TANGERANG — Aroma tak sedap menyengat terus meneror warga Perumahan Citra Raya, khususnya Cluster Graha Indira, hampir setiap malam. Sumber diduga berasal dari PT Kobe Kujira Mandiri di Kawasan Industri Millenium, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Warga mengeluhkan gangguan kenyamanan hingga kesehatan, namun penanganan dinilai belum tuntas.
Aduan Berulang, Operasional Belum Terhenti Nyata
Sekretaris Jenderal Partai Masyumi, Samsudin Dayan, SH., M.Si., yang juga warga Citra Raya, membenarkan merasakan sendiri bau menyengat tersebut. “Kami sudah mengadukan berulang kali ke Pemda Kabupaten Tangerang, tapi belum ada penghentian operasional yang nyata di lapangan. Kami mohon Kementerian Lingkungan Hidup turun tangan,” tegasnya. Perusahaan itu bergerak di bidang penyulingan oli dan minyak bekas.
RDP Putuskan Hentikan Sementara, Bukan Tutup Permanen
Dalam Rapat Dengar Pendapat kedua di DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026), dipimpin anggota Komisi IV Nonce Thendean, diputuskan PT Kobe Kujira Mandiri dihentikan sementara untuk perbaikan teknis dan perizinan — bukan ditutup permanen. Langkah itu sekaligus menguji apakah bau masih muncul setelah operasional dihentikan.
Samsudin menegaskan keputusan ini harus dikawal ketat. “Jangan hanya di atas kertas. DLHK menyebut sudah empat kali uji kebauan, termasuk KLH dan Polda Banten lewat parameter VOC — hasilnya wajib dibuka transparan kepada publik,” desaknya.
Tiga Tuntutan Tegas Demi Warga
Samsudin mendesak tiga langkah konkret:
1. Sidak malam hari oleh KLH langsung ke Graha Indira dan sekitarnya;
2. Audit menyeluruh perizinan KBLI 19213 serta evaluasi AMDAL perusahaan;
3. Jaminan penghentian sementara benar-benar dijalankan hingga teknologi pengolahan limbah B3 diperbaiki tuntas.
“Ini bukan soal satu-dua warga, melainkan hak atas lingkungan hidup yang sehat. Jika dibiarkan, menjadi preseden buruk bagi permukiman yang berdampingan dengan kawasan industri,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindakan tegas Bupati Tangerang dan Kementerian Lingkungan Hidup.@Sutarno















