-
JAKARTA — Saat hendak berangkat, pelukan erat dan tangis si kecil kerap mematahkan hati orang tua. Reaksi itu wajar: sejak dini, anak memandang ayah dan bunda sebagai sumber rasa aman utama. Kesadaran bahwa orang tua bisa pergi memicu kecemasan yang dikenal sebagai separation anxiety.
Dilansir Psychology Today, kecemasan ini tampil berbeda di tiap usia, namun dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Berikut lima langkah jitu:
1. Jelaskan, Jangan Kabur Diam-diam
Beri tahu sebelum berangkat dengan alasan sederhana. Ceritakan hal seru yang akan ia lakukan agar perhatiannya beralih ke hal positif. Pergi tanpa pamit justru memperkuat rasa takut ditinggalkan.2. Buat Ritual Pamit Singkat
Pelukan, ciuman, atau ucapan khas menjadi penanda perpisahan. Jangan berlarut-larut; setelah berpamitan, berangkatlah. Semakin lama ditunda, semakin berat perpisahan terasa.3. Gunakan Patokan Waktu yang Sederhana
Anak belum paham jam. Katakan: “Bunda jemput setelah makan siang.” Tepati janji agar kepercayaan tumbuh.4. Tanggapi dengan Empati
Jangan ejek atau marahi tangisnya. Katakan tenang: “Bunda tahu kamu sedih, tapi kamu akan baik-baik saja.” Ketenangan orang tua menular jadi rasa aman.5. Latih Secara Bertahap
Biasakan bersama pengasuh atau kerabat yang dikenal, mulai dari durasi pendek. Orang tua juga perlu tenang — kecemasan berlebih akan ditangkap anak sebagai tanda bahaya.Jika kecemasan tak mereda dan mengganggu aktivitas harian, segera konsultasikan ke dokter anak.@Sutarno
Anak Menangis Saat Ditinggal? Ini Cara Tepat Hadapi Kecemasan Berpisah
JAKARTA — Saat hendak berangkat, pelukan erat dan tangis si kecil kerap mematahkan hati orang tua. Reaksi itu wajar: sejak dini, anak memandang ayah dan bunda sebagai sumber rasa aman utama. Kesadaran bahwa orang tua bisa pergi memicu kecemasan yang dikenal sebagai separation anxiety. Dilansir Psychology Today, kecemasan ini tampil berbeda di tiap usia, namun…

Previous Post
Next Post
Leave a Reply
You May Have Missed














