SERANG – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Sejak Jumat (4/9) malam hingga Sabtu pagi, erupsi terekam berlangsung terus-menerus disertai fenomena air mancur lava atau lava fountain.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dalam periode 00.00–06.00 WIB terjadi gempa letusan dengan amplitudo tertinggi mencapai 70 milimeter. Aktivitas berdurasi panjang itu tercatat hingga 21.600 detik, yang diinterpretasikan sebagai letusan menyemburkan lava ke udara.
Secara visual puncak gunung sempat tampak jelas, namun tak lama kemudian tertutup kabut tebal. Suara dentuman dan gemuruh letusan terdengar hingga ke Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Bahkan salah satu kamera pemantau di lapangan rusak setelah terkena lontaran material vulkanik panas.
Kondisi cuaca di sekitar perairan berawan hingga mendung, suhu berkisar 26,5–27,1 derajat Celsius dengan kelembapan 75–78 persen, serta angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.
Hingga Sabtu pagi, status kewaspadaan tetap berada di Level III atau Siaga. PVMBG secara tegas melarang segala aktivitas masyarakat maupun wisatawan dalam radius 3 kilometer dari kawah gunung api tersebut. Masyarakat pesisir diimbau tetap waspada terhadap potensi bahaya tambahan akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.@Str















