Juli 21, 2026

Momen Penyadaran di Balik Tembok: 17 Napiter Lapas Gunung Sindur Ikrar Setia NKRI, Ka Kanwil Jabar: Bukan Karena Paksaan, Harus Dari Hati

by

medianewstrn

medianewstrn.com

BOGOR – Sebuah babak baru tertulis dalam proses rehabilitasi ideologis di lembaga pemasyarakatan, saat 17 narapidana teroris (napiter) di Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Bogor, secara lantang mengucapkan ikrar kesetiaan mutlak kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945 pada Rabu (1/7).

Kehadiran langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno, menegaskan betapa krusialnya momen ini sebagai ujian kebenaran di balik jeruji besi.

Dalam arahannya yang menyentuh sekaligus tegas, Yudi Suseno mengingatkan dengan serius bahwa pengucapan janji setia ini tidak boleh sekadar kata-kata manis demi keuntungan pribadi atau karena tekanan keadaan.

“Kami berharap ikrar NKRI dan kesetiaan kepada Pancasila serta UUD 1945 ini sungguh-sungguh berangkat dari kesadaran dan ketulusan hati masing-masing, bukan lahir karena paksaan, kepentingan sesaat, atau tekanan apa pun,” tandasnya.

Ia menekankan, peristiwa ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan tonggak vital dalam perjalanan panjang pemulihan pemikiran. Bagi para warga binaan, ini adalah titik balik untuk melepaskan paham yang keliru dan kembali merangkul nilai persaudaraan bangsa.

Bagi jajaran petugas pemasyarakatan, ini adalah bukti nyata bahwa upaya pembinaan intensif perlahan membuahkan hasil, meski tantangan pengawasan dan pengendalian tetap harus dijalankan dengan kewaspadaan penuh.

“Kesetiaan pada negara adalah bagian tak terpisahkan dari sistem pembinaan yang kami terapkan. Ikrar ini menjadi bukti bahwa perubahan pola pikir telah dimulai, namun kesungguhannya harus dibuktikan lewat tindakan nyata saat kembali ke masyarakat nanti,” tambah Yudi.

Lebih lanjut, ia mengajak mereka yang telah menyatakan kesetiaan ini untuk benar-benar menjadi pembawa manfaat di lingkungan tempat tinggal kelak, serta menjadi benteng yang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari ancaman ideologi yang merusak.

Ke depannya, pemantauan berkelanjutan tetap akan dilakukan untuk memastikan ikrar tersebut tidak sekadar menjadi kenangan di dalam tembok penjara, melainkan menjadi pedoman hidup seumur hidup.

Berita Relevan