Harga Minyak Sentuh US$100/Barel, Ketegangan AS-Iran & Serangan Houthi Pemicunya

LONDON — Harga minyak mentah dunia melonjak menyentuh angka psikologis US$100 per barel pada Selasa (22/9/2026). Penguatan ini terjadi di tengah memanasnya spekulasi pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran menjelang Sidang Umum PBB di New York. Brent Tembus US$100 Kontrak berjangka Brent pengiriman November naik 22 sen menjadi US$100,57 per barel. Sementara West…

LONDON — Harga minyak mentah dunia melonjak menyentuh angka psikologis US$100 per barel pada Selasa (22/9/2026). Penguatan ini terjadi di tengah memanasnya spekulasi pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran menjelang Sidang Umum PBB di New York.

Brent Tembus US$100

Kontrak berjangka Brent pengiriman November naik 22 sen menjadi US$100,57 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 2 sen ke posisi US$95,8 per barel. Kepala Analis KCM Trade, Tim Waterer, menjelaskan kenaikan ini lebih didorong penutupan posisi jual para pedagang, bukan perubahan fundamental pasar.

“Pasar sangat sensitif terhadap setiap kabar diplomatik AS-Iran. Harga akan terus bergejolak hingga ada kejelasan arah perundingan,” ujarnya.

Diplomasi yang Menggantung

Harapan perjumpaan mencuat setelah pernyataan keterbukaan Donald Trump bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Teheran dilaporkan telah menyampaikan sejumlah syarat kepada perantara untuk kembali ke meja perundingan. Namun belum ada kepastian jadwal maupun lokasi pertemuan.

Api di Timur Tengah Tetap Menyala

Selain diplomasi yang belum pasti, ketegangan di lapangan tetap menekan pasokan. Kelompok Houthi kembali melancarkan serangan menargetkan Riyadh serta fasilitas kilang Saudi Aramco di Yanbu, mengakibatkan pengiriman minyak melalui jalur pipa Timur-Barat terhenti sebagian.

Arab Saudi mengalihkan ekspor melalui Selat Hormuz — tujuh kapal supertanker memuat 14 juta barel minyak dalam satu hari. China dilaporkan mendesak Iran meredam aktivitas Houthi atas permintaan langsung dari Riyadh.

Di Afrika Utara, produksi ladang minyak terbesar Libya, Sharara, turun tanpa penyebab pasti yang diumumkan. Gabungan semua faktor ini membuat pasar energi tetap waspada: sedikit saja ketegangan memuncak, harga dapat melonjak lebih tinggi lagi.@Sutarno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor