Peringatan Maulid Nabi di Sukowuwuh Berlangsung Khidmat, Gus Dausat Cokronegoro Isi Tausiyah

PURWOREJO – Suasana penuh keberkahan menyelimuti Dusun Meranti, Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di wilayah tersebut berjalan khidmat dan dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai penjuru desa. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Sukowuwuh, Bapak Muhkhamim, S.Sos, para ulama di…

PURWOREJO – Suasana penuh keberkahan menyelimuti Dusun Meranti, Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di wilayah tersebut berjalan khidmat dan dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai penjuru desa.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Sukowuwuh, Bapak Muhkhamim, S.Sos, para ulama di antaranyaGus Dausat Cokronegoro

Kyai Muhajer, Kyai Waris, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran ratusan jamaah menunjukkan tingginya antusiasme dan kesadaran keagamaan masyarakat Desa Sukowuwuh.

Kepala Desa Muhkhamim: Teladan Nabi Sebagai Pondasi Kehidupan Bermasyarakat

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukowuwuh, Muhkhamim, S.Sos, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momentum yang sangat berharga untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, yaitu sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Nilai-nilai inilah yang harus kita amalkan dalam membangun desa yang harmonis, sejahtera, dan penuh kebersamaan,” ujar Muhkhamim di hadapan ratusan jamaah.

Beliau juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini yang menjadi bukti semangat keagamaan dan kepedulian warga Dusun Meranti. Kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat dinilai memperkokoh tali persaudaraan serta kerukunan antarwarga.

Tausiyah Gus Dausat Cokronegoro: Akhlak Nabi Sebagai Cahaya Penuntun Kehidupan

Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kyai Gus Dausat Cokronegoro. Dalam ceramahnya, Gus Dausat mengajak seluruh jamaah untuk tidak sekadar merayakan kelahiran Nabi, melainkan sungguh-sungguh menghidupkan dan meneladani seluruh akhlak beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

“Rasulullah SAW diutus ke muka bumi tiada lain adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Maka seberapa sering kita membaca shalawat, seberapa meriah kita merayakan Maulid, tidak akan bermakna jika tidak diiringi dengan perbaikan akhlak terhadap sesama,” tegas Gus Dausat di tengah kekhusyukan jamaah.

Beliau juga menekankan pentingnya persatuan dan kerukunan antarwarga, sebagaimana yang selalu dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat. Menurutnya, perbedaan pendapat maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah belah, melainkan justru kekuatan untuk saling melengkapi dalam membangun desa yang diridhai Allah SWT.

“Kekuatan sebuah desa bukan terletak pada kekayaan alamnya, melainkan pada kekuatan iman dan kebersamaan warganya. Maka mari kita jaga silaturahmi, mari kita jaga kerukunan, karena itulah warisan paling berharga yang ditinggalkan para leluhur dan para nabi,” tambahnya.

Tausiyah yang disampaikan dengan bahasa yang lugas namun menyentuh hati ini membuat ratusan jamaah tampak khidmat mendengarkan, bahkan tak sedikit yang terlihat terharu dan meneteskan air mata.

Informasi terkait pelaksanaan peringatan Maulid Nabi ini telah tercantum secara resmi melalui Sistem Informasi Desa Sukowuwuh serta laman resmi Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di tingkat desa senantiasa mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, dan menjadi bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pembacaan shalawat Nabi yang dipimpin langsung oleh para ulama yang hadir, berharap semoga keberkahan Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa melimpah kepada seluruh masyarakat Desa Sukowuwuh dan seluruh bangsa Indonesia.

Wartawan Tukah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *