Bangun Smart Nursery di Desa Reco, Mahasiswa UNSIQ Dorong Revolusi Pembibitan Cabai

WONOSOBO – Inovasi pertanian modern mulai merambah ke pedesaan Wonosobo. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM FASTIKOM Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) meluncurkan program unggulan pembangunan Smart Nursery di Desa Reco, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Langkah ini menjadi tonggak modernisasi sistem pembibitan cabai yang selama ini dilakukan secara konvensional oleh warga setempat. Program…

WONOSOBO – Inovasi pertanian modern mulai merambah ke pedesaan Wonosobo. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM FASTIKOM Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) meluncurkan program unggulan pembangunan Smart Nursery di Desa Reco, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Langkah ini menjadi tonggak modernisasi sistem pembibitan cabai yang selama ini dilakukan secara konvensional oleh warga setempat.

Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan transformasi menyeluruh dari cara menanam bibit cabai agar lebih efisien, tahan hama, dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan partisipasi aktif Kelompok Tani Jaya Desa Reco serta masyarakat luas.

Infrastruktur Pendukung Pembibitan Modern
Pembangunan Smart Nursery mencakup penataan area khusus pembibitan, pemasangan plastik UV dan jaring penutup serangga (insect net), pembuatan rak bertingkat, instalasi air bersih, sistem irigasi terukur, hingga penataan kelistrikan. Semua disusun agar bibit cabai tumbuh dalam lingkungan yang terlindungi dari cuaca ekstrem dan serangan hama sejak dini.

Yang paling istimewa, tim mahasiswa mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) ke dalam sistem pengelolaan nursery. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian kondisi lingkungan pembibitan secara jarak jauh — mulai dari suhu, kelembapan tanah, hingga kebutuhan air.

Sistem irigasi otomatis juga dikembangkan agar penyiraman dilakukan secara tepat sasaran, menghemat penggunaan air sekaligus memastikan kebutuhan tanaman terpenuhi secara konsisten.

Teknologi Berpadu dengan Kearifan Lokal
Inovasi tidak berhenti pada teknologi digital. Program ini juga memanfaatkan kekayaan alam lokal melalui pengolahan limbah bambu menjadi biochar. Bambu yang melimpah di sekitar desa diolah menjadi bahan pembenah tanah yang kaya nutrisi, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan kesuburan media tanam secara berkelanjutan. Pendekatan ini membuktikan bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal.

“Melalui Smart Nursery ini, kami tidak hanya ingin menghadirkan teknologi, tetapi juga menghadirkan inovasi pertanian dan pemeliharaan lingkungan lebih tepatnya di area hutan bambu,” ungkap Ketua Ormawa dalam keterangannya di lokasi kegiatan.

Pemberdayaan yang Berkelanjutan
Masyarakat tidak ditempatkan sebagai objek pasif, melainkan mitra utama yang dilibatkan dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penguasaan teknologi.

Kelompok tani mendapatkan pendampingan intensif, pelatihan pengoperasian alat, serta pemahaman prinsip kerja sistem IoT dan irigasi otomatis. Tujuannya agar setelah program selesai, masyarakat tetap mandiri dalam mengelola dan mengembangkan Smart Nursery secara mandiri.

Langkah ini sejalan dengan semangat kemitraan perguruan tinggi dan desa dalam menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian rakyat.

Dengan pembibitan yang lebih terstandar, diharapkan kualitas bibit cabai Desa Reco akan meningkat pesat — lebih sehat, lebih seragam, dan lebih tahan terhadap serangan penyakit — yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.

Jalan ke Depan
Ke depan, tim berencana menyelesaikan instalasi keseluruhan sistem, melakukan uji coba operasional teknologi, dan mulai menjalankan proses pembibitan cabai secara resmi. Pengumpulan data dan evaluasi dampak program akan terus dilakukan guna memastikan manfaat yang dirasakan masyarakat benar-benar optimal dan berkelanjutan.

Smart Nursery Desa Reco menjadi bukti bahwa inovasi pertanian tidak harus mahal dan jauh dari jangkauan desa. Dengan kolaborasi yang erat antara akademisi, pemuda, dan petani, teknologi modern dapat turun ke lapangan, tumbuh di tanah rakyat, dan membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan bersama. Semangat ini layak ditiru dan didukung di desa-desa lain di seluruh Indonesia.

wartawan Andul Gani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *