Juli 12, 2026

Tonggak Kebangkitan: Konferda Perdana GPM DKI Jakarta Siap Digelar Juli 2026, Ditargetkan Jadi Percontohan Nasional

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA – Menyusul keberhasilan penyelenggaraan Kongres Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Bali, semangat konsolidasi organisasi menyala terang di Ibu Kota. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPM Provinsi DKI Jakarta secara serius mematangkan segala persiapan menuju pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) Perdana, yang ditetapkan akan berlangsung pada bulan Juli 2026 mendatang. Bahkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPM menaruh harapan besar agar perhelatan ini menjadi teladan sekaligus pendorong kemajuan bagi seluruh jajaran organisasi di seluruh Indonesia.

Persiapan tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Konsolidasi Organisasi yang digelar di Family Resto, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 35 peserta ini mempertemukan jajaran pengurus DPD, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-DKI Jakarta, serta Sekretaris Jenderal DPP GPM, Putra Naibaho.

Suasana rapat berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan diliputi semangat kebersamaan yang tinggi, dengan fokus utama memantapkan langkah menuju suksesnya Konferda.

Dalam arahannya, Sekjen DPP GPM Putra Naibaho menyampaikan arahan strategis sekaligus mengapresiasi kinerja kepengurusan karateker DPD GPM DKI Jakarta yang dinilai bergerak cepat dan tangkas melaksanakan konsolidasi pasca Kongres. Ia menegaskan bahwa posisi strategis DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian nasional memberikan amanah istimewa untuk menjadi pelopor.

“DKI Jakarta memiliki kedudukan dan kepercayaan yang besar. Kami berharap perhelatan Konferda di sini menjadi yang pertama terlaksana, sekaligus menjadi standar keunggulan yang dapat ditiru dan dijadikan acuan bagi daerah-daerah lain di seluruh penjuru tanah air. Jadikan momen ini sebagai pendorong agar seluruh jajaran organisasi segera bergerak menuju satu tujuan luhur bersama,” tegas Putra Naibaho.

Lebih dari sekadar agenda formal organisasi, DPP GPM juga menargetkan agar DPD DKI Jakarta menjadi percontohan utama dalam program kaderisasi. Melalui sistem pembinaan yang terstruktur, diharapkan tumbuh kader-kader muda yang tidak hanya menguasai administrasi organisasi, tetapi juga memahami secara mendalam nilai-nilai dan jiwa Marhaenisme sebagai landasan perjuangan, sekaligus membuka ruang luas bagi regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.

Putra Naibaho menegaskan komitmen penuh kepengurusan periode 2026–2030 untuk mendukung setiap langkah penguatan organisasi. “GPM harus hadir bukan hanya di atas kertas, melainkan turun ke akar rumput—hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan. Kami ingin organisasi ini menjadi garda terdepan dalam advokasi masyarakat, mencerdaskan kader, memperkuat lembaga bantuan hukum, serta memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi agar suara perjuangan rakyat semakin didengar dan diperhitungkan,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Rapat juga menjadi wadah pertukaran aspirasi dan pemikiran strategis dari para pengurus daerah. Ketua DPC Jakarta Barat menggarisbawahi pentingnya memperkokoh solidaritas internal agar organisasi memiliki kekuatan yang utuh dalam menghadapi tantangan zaman dan memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang ekonomi, sosial, maupun politik.

Sementara itu, perwakilan DPC Jakarta Timur mendorong agar GPM semakin intensif mendampingi warga hingga ke lingkungan terkecil, sedangkan DPC Jakarta Pusat mengusulkan adanya jadwal temu rutin guna menjaga keutuhan dan kekompakan jajaran. Kesepakatan lain yang mengemuka adalah kebutuhan mengoptimalkan media publikasi agar kiprah dan perjuangan GPM semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Menanggapi masukan tersebut, Sekjen DPP GPM menegaskan bahwa pintu kolaborasi dibuka seluas-luasnya, menyatukan pengalaman kader senior dengan semangat inovasi generasi muda. Ia meyakini bahwa dengan sejarah panjang dan semangat juang yang dimiliki, GPM dapat kembali menjadi organisasi kepemudaan yang berpengaruh, bermartabat, dan diperhitungkan di tingkat nasional.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatukan tekad untuk mempercepat persiapan, memperkuat struktur organisasi, serta memastikan Konferda berjalan lancar dan mencapai hasil yang terbaik. Ketua Karateker DPD GPM DKI Jakarta, Ciecelia Fauziah, didampingi Sekretaris Robert S., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

“Terima kasih kepada seluruh kader yang telah mencurahkan perhatian dan tenaga. Semoga Konferda Perdana ini menjadi titik balik kebangkitan organisasi, melahirkan kepemimpinan yang tangguh, dan membawa perjuangan nilai-nilai luhur semakin dekat dengan hati rakyat,” ujarnya.

Mengusung semangat perjuangan “Merdeka! Marhaen!”, kader GPM DKI Jakarta melangkah penuh keyakinan: Konferda pada Juli 2026 mendatang bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan tonggak sejarah baru untuk membuktikan bahwa pemuda Marhaenis siap menjadi solusi, pengawal, dan pelopor kemajuan bagi bangsa dan negara.

Pewarta by Dimas Wening Adiwono

Berita Relevan