BOJONEGORO – Kisah memilukan datang dari Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem. Sebuah rumah yang dibangun dari keringat dan pengorbanan bertahun-tahun merantau, kini diratakan dengan tanah. Rumah itu bukan warisan turun-temurun, melainkan wujud harapan Ngatiatul Kholafiyah (48), pekerja migran asal desa tersebut yang bekerja keras di Hong Kong.
Selama bertahun-tahun, Ngatiatul rajin mengirimkan hasil kerjanya kepada suaminya, Purnomo (35), dengan satu tujuan mulia: mewujudkan tempat tinggal yang layak dan indah di kampung halaman. Namun harapan itu buyar seketika saat ia pulang ke tanah air, setelah mendapati dugaan perselingkuhan dari pasangannya. Rasa kecewa, sakit hati, dan luka batin yang mendalam akhirnya melahirkan keputusan yang tak terbayangkan banyak orang—merobohkan rumah itu sendiri.
Aksi menggunakan alat berat ini pun menjadi tontonan warga dan dengan cepat menyebar luas di media sosial. “Gara-gara dugaan perselingkuhan suami, rumah yang dibangun susah payah akhirnya dirobohkan,” ungkap warga setempat, Fajrul.
Baca Juga
Ada Kesepakatan Bersama
Kapolsek Kedungadem AKP Matsuiswanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan keputusan ini bukan didorong emosi sesaat semata, melainkan telah disepakati bersama setelah mediasi yang tak menemukan titik temu.
“Benar terjadi pembongkaran rumah di Desa Tlogoagung terkait persoalan rumah tangga. Setelah berdiskusi dan tidak menemukan jalan keluar, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk merobohkan bangunan tersebut,” jelas Matsuiswanto.
Bangunan yang tadinya menjadi simbol masa depan kini tinggal puing-puing, menyisakan pelajaran berharga: bahwa cinta mampu membangun hal termegah, namun pengkhianatan juga sanggup meruntuhkannya hingga ke akar-akarnya.
Reported by sutarno

















