Juli 12, 2026

Saat Adik Lahir, Mengapa Si Sulung Mundur Jadi Bayi Lagi? Ini 5 Sinyal Rasa Sakit yang Sering Tak Disadari Orang Tua

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA – Kelahiran adik baru memang membawa kebahagiaan bagi keluarga, namun bagi si sulung, peristiwa ini bisa terasa seperti ancaman besar—terutama jika selisih usia keduanya berdekatan.

Rasa cemburu jarang terucap secara langsung; sering kali muncul lewat perubahan sikap yang membingungkan, mulai dari kemunduran perilaku hingga sikap dingin yang tiba-tiba.

Banyak orang tua mengira perubahan itu sekadar kenakalan atau fase biasa, padahal itu adalah kode tersembunyi bahwa hati si kakak sedang terluka. Berikut lima tanda utama yang wajib diwaspadai:

5 Sinyal Rasa Kehilangan Kasih Sayang

1. Kembali berperilaku seperti bayi: Tiba-tiba bicara cadel, mengompol lagi, atau tantrum tanpa alasan. Ini cara anak meniru adiknya demi mendapatkan kembali perhatian yang dirasa berkurang.

2. Sikap dingin dan menolak dekat: Menganggap adik bukan saudara, melainkan pesaing yang merampas haknya.

3. Mencari perhatian lewat ulah: Berbuat gaduh, merusak barang, atau berteriak tepat saat ibu sedang menyusui.

4. Sering merampas barang milik adik: Mulai dari hadiah, baju baru hingga mainan. “Anak melihat adik selalu mendapat keistimewaan, sementara dirinya justru diberi tugas dan aturan. Ia merasa tidak adil,” ungkap analis perilaku Emily Groben.

5. Tiba-tiba sulit mengambil keputusan sepele: Seolah tak mampu memilih camilan atau mainan sendiri, semata-mata memaksa orang tua untuk meluangkan waktu bersamanya.

Tak Perlu Panik, Ini Cara Menenangkan Hatinya

Munculnya tanda-tanda tersebut bukanlah bencana, melainkan momen bagi orang tua untuk memperbaiki ikatan. Para ahli menyarankan lima langkah bijak:

Terima dulu emosinya: Jangan langsung menegur atau meluruskan. Validasi rasa kecewanya agar ia merasa dimengerti.

Libatkan sebagai “tim pengasuh”: Beri tugas sederhana seperti mengambilkan popok atau memilihkan baju adik, agar ia merasa berharga dan dibutuhkan.
– Puji setiap kebaikan: Apresiasi dengan tulus saat ia bersikap lembut pada adiknya.

Sabar dan beri waktu: Adaptasi butuh proses panjang. Jika perlu, konsultasikan dengan psikolog anak.

Tunjukkan keistimewaan punya saudara: Ceritakan sisi positif bahwa kini ia tak lagi sendirian dan memiliki teman seumur hidup.

Reported by sutarno

Berita Relevan