Juli 12, 2026

Terjebak Perang Simbol: Saat Rempang Galang Menderita, Energi Politik Habis untuk Saling Sindir

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA – Riuh rendah polemik antara PDI Perjuangan, Presiden ke‑7 Joko Widodo, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kini tampak lebih banyak berputar pada atribut, penyangkalan, dan pertunjukan simbol belaka—sementara masalah nyata yang menyentuh hajat hidup rakyat justru tertinggal jauh di belakang.

Padahal, sengkarut investasi dan nasib warga di kawasan Rempang‑Galang masih menanti kejelasan dan penyelesaian yang adil.Sabtu 4 Juli 2026.

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, menilai perdebatan seputar safari politik, penyematan jaket partai, hingga saling serang antarelite sesungguhnya adalah hal yang lumrah dalam dinamika demokrasi. Namun yang menjadi kekhawatiran adalah alokasi energi bangsa yang justru terkuras di jalur yang tidak menyentuh substansi.

“Wajar jika ada perbedaan pandangan dan tarik‑menarik kepentingan politik. Tapi sayang sekali jika kemampuan berpikir dan kekuatan pengaruh para tokoh habis hanya untuk berebut posisi simbol, padahal di lapangan masih banyak persoalan berat yang menuntut pengawalan serius,” tegas Iskandar.

Ia mengingatkan, Rempang‑Galang adalah salah satu bukti nyata ketertinggalan itu. Kawasan yang dijanjikan akan membawa kemajuan ekonomi itu masih menyisakan banyak tanya: bagaimana nasib warga terdampak, bagaimana realisasi investasi, hingga bagaimana transparansi pengelolaan lahan yang selama ini menjadi sorotan publik. Alih‑alih mengupas tuntas hal krusial semacam ini, panggung politik justru lebih sibuk menyoroti siapa memakai atribut apa dan siapa yang berhak berbicara.

Iskandar berharap momen ini menjadi cermin bagi seluruh elemen bangsa: politik seharusnya menjadi sarana menyelesaikan masalah rakyat, bukan sekadar ajang unjuk gigi atau membalas dendam kekuasaan.

“Daripada sibuk berebut panggung simbol, jauh lebih berarti jika kita bersama‑sama memastikan setiap kebijakan—termasuk di Rempang—benar‑benar membawa manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Kini publik menanti: kapan elit politik akan berhenti berteriak soal identitas dan mulai berbicara soal solusi nyata?

Wartawan by Sutarno

Sumber Foto rmol.id

Berita Relevan