JAKARTA – Sebuah momen yang tegas dan membangkitkan harapan tercatat di depan kompleks gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI, Senayan, Jakarta. Wakil Ketua DPR RI sekaligus orang kepercayaan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Sufmi Dasco Ahmad, berdiri di atas podium darurat berupa mobil komando dan menyampaikan pernyataan tegas: delapan aktivis kampus yang ditahan akan dijamin kebebasannya dalam kurun waktu satu minggu.
Pernyataan ini disampaikan pada Jumat malam, 19 Juni 2026, tepat setelah Dasco menyelesaikan dialog tertutup yang mendalam bersama utusan dan perwakilan massa mahasiswa yang menggelar aksi damai menyuarakan aspirasi mereka.
Dalam pidatonya yang lugas dan meyakinkan, ia menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk menjembatani sekaligus menindaklanjuti setiap tuntutan yang disampaikan generasi muda.
Baca Juga
“Beberapa aspirasi yang ditujukan kepada DPR telah kami terima dengan baik dan langsung sampaikan kepada pihak pemerintah serta pejabat terkait. Insyaallah, kami tidak akan berhenti sampai urusan ini mendapatkan penyelesaian yang adil dan tuntas,” tegas Dasco di hadapan massa yang hadir.
Kasus Trisakti dan Mercu Buana Menjadi Prioritas Utama
Dalam langkah konkret yang menjadi sorotan utama, Dasco menyatakan bahwa penanganan kasus yang melibatkan mahasiswa Universitas Trisakti dan Universitas Mercu Buana menjadi prioritas tertinggi.
Ia berjanji akan segera mengoordinasikan langkah-langkah hukum dengan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, guna memproses pencabutan status tersangka bagi 16 mahasiswa Universitas Trisakti.
“Kami berkomitmen berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian agar status tersangka terhadap 16 mahasiswa Universitas Trisakti segera dicabut, dan proses penyelesaiannya akan dilakukan dalam waktu satu pekan ke depan.
Demikian pula bagi delapan aktivis yang saat ini masih dalam pengamanan, kami jamin mereka akan segera dilepaskan tanpa menunggu waktu yang lama,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh tanggung jawab.
Sikap yang ditunjukkan Sufmi Dasco dengan berorasi dari atas mobil komando ini dinilai sebagai simbol keterbukaan, kedekatan, serta keseriusan lembaga perwakilan rakyat untuk mendengarkan dan menyelesaikan persoalan yang mengemuka. Ia membuktikan bahwa aspirasi generasi penerus bangsa didengar dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar didengar namun dibiarkan menggantung.
Janji ini disambut harapan besar oleh para mahasiswa dan pengamat, menjadi bukti nyata bahwa jalur dialog yang bermartabat mampu melahirkan solusi konkret, menjaga iklim demokrasi tetap sehat, serta menegakkan keadilan bagi seluruh elemen bangsa.
Reported by Sutarno

















