Juli 12, 2026

Kritik Sebagai Vitamin, Kesabaran Konstitusional Sebagai Pondasi Meluasnya Aksi Protes dan Ujian Kedewasaan Demokrasi

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA – Gelombang protes mahasiswa meluas ke berbagai kota dengan membawa keresahan mendalam: kenaikan biaya hidup, beban anggaran negara, efektivitas program besar, serta kekhawatiran atas perluasan peran militer dan keseimbangan kekuasaan. Di balik sorotan tajam itu, tersembunyi satu pertanyaan hakiki rakyat: apakah masa depan bangsa tetap terjamin?

Kritik adalah kebutuhan mutlak demokrasi—ia berfungsi sebagai vitamin yang menjaga kekuasaan tetap waspada dan memperbaiki arah kebijakan. Senin 22 Juni 2026.

Namun demokrasi yang matang juga membutuhkan kesabaran konstitusional: kemampuan mengubah kemarahan menjadi perbaikan tanpa merusak aturan main yang telah disepakati bersama.

Menggugat kebijakan, mengawasi belanja negara, dan menjaga kebebasan sipil adalah hak konstitusional. Namun menjatuhkan mandat pemimpin di luar mekanisme hukum hanya akan melahirkan ketidakpastian politik, merusak kepercayaan ekonomi, dan mengubah demokrasi menjadi arena perebutan kekuasaan tanpa akhir.

Sebagaimana pelajaran sejarah dan kajian ilmuwan dunia, demokrasi tidak runtuh karena kritik, melainkan ketika norma dan aturan bersama ditinggalkan. Ujian terbesar saat ini bukanlah memilih antara protes atau diam, melainkan memastikan: kritik tetap tajam, namun konstitusi tetap tegak.

Pemerintah wajib mendengar, memperbaiki, dan membuka ruang akuntabilitas. Sementara rakyat berhak menyuarakan kegelisahan, namun tetap menjaga rumah besar bernama Republik agar tetap utuh, agar generasi mendatang tetap memiliki tempat yang aman dan adil.

Wartawan by Sutarno

Oleh Deny JA.

Berita Relevan