BEKASI – Sebuah langkah strategis dan bersejarah tercatat di tengah peringatan Hari Kebangkitan Nasional,
Dua organisasi, yakni Asistensi Media Nasional (Asmen) dan Organisasi Persatuan Jurnalis Pembangunan Indonesia Raya, menggelar rapat gabungan yang melahirkan kesepakatan penting: terbentuknya wadah profesi bernama Persatuan Jurnalis Pembangunan Indonesia Raya (PJPIR).

Baca Juga
Langkah ini menjadi titik balik dalam upaya memulihkan nama baik profesi jurnalis yang sempat ternoda akibat ulah segelintir oknum, sekaligus membangun ekosistem pers yang konstruktif dan berkarakter. Jumat 22 Mei 2026
Dalam struktur kerja yang disepakati, PJPIR hadir sebagai wadah utama bagi para jurnalis untuk menumpahkan gagasan, ide, dan karya tulis yang bernilai positif serta berjiwa pembangun.
Sementara itu, Asistensi Media Nasional berperan sebagai wadah penampungan dan mitra strategis bagi lembaga media, menciptakan sinergi yang kuat antara insan pers dan institusi pers.
Fokus utama keberadaan wadah baru ini adalah melahirkan karya jurnalistik yang tidak hanya tajam dan kritis, tetapi juga solutif, beretika, serta senantiasa berlandaskan rasa cinta tanah air.
Pembentukan organisasi ini didorong oleh kesadaran mendalam akan perlunya pembenahan citra profesi wartawan.
Dalam beberapa waktu terakhir, nama baik insan pers sempat tercoreng dan dinilai kurang baik di mata masyarakat, akibat perilaku sejumlah oknum yang tidak memegang kode etik atau yang kerap disebut sebagai “wartawan bodrek”

Melalui kehadiran PJPIR, seluruh elemen yang tergabung berkomitmen keras untuk membersihkan noda tersebut, mengembalikan kepercayaan publik, serta menegakkan harkat dan martabat profesi kewartawanan di Indonesia.
Proses perumusan, penyusunan struktur, hingga penetapan kepengurusan dilakukan secara demokratis dan penuh kehati-hatian.
Acara deklarasi dan penetapan pengurus berlangsung khidmat di jl puncak bekasi, dihadiri oleh para tokoh pendiri dan pemangku kepentingan yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pers maupun pembangunan bangsa.
Dewan Pembina sekaligus Pendiri yang memimpin proses pembentukan ini terdiri dari DR HC Suparman, S.Pd.I., S.Sos., M.M., DR HC Sastra Suganda, STJ., MTJ., dan M. Adhi Pamungkas, S.H., M.M. Kehadiran tokoh-tokoh ini menjadi jaminan bahwa organisasi akan berjalan di jalur yang benar, berlandaskan prinsip, dan memiliki visi yang jauh ke depan.
Selain Dewan Pembina, turut hadir dan ditunjuk sebagai Dewan Pengawas yang akan memastikan seluruh kegiatan organisasi berjalan sesuai aturan dan etika, yakni A. Saehu dan Syamsul Huda.
Sementara itu, untuk memimpin roda organisasi sehari-hari, telah ditetapkan Ketua Umum DPP PJPIR Definitif, Abdul Haris, S.I.P., MT. Kwi., yang membawa visi kuat menjadikan organisasi ini sebagai garda terdepan dalam mencetak jurnalis-jurnalis andal, berintegritas, dan berdedikasi tinggi bagi kemajuan bangsa.
Menjadikan momen Hari Kebangkitan Nasional sebagai waktu lahirnya organisasi ini bukanlah kebetulan semata, melainkan sebuah simbol makna yang dalam. Hal ini menegaskan semangat kebangkitan kembali bagi dunia pers Indonesia:
bangkit dari segala ketidateraturan, bangkit menuju profesionalisme, dan bangkit untuk menjadi kekuatan yang mampu mengawal pembangunan nasional melalui informasi yang benar, akurat, dan membangun.
Sebagai organisasi profesi yang baru hadir, PJPIR membawa misi mulia: melahirkan wartawan yang tidak hanya piawai dalam menulis dan melaporkan fakta, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh—kritis namun tetap santun, tajam namun tetap memberi solusi, serta senantiasa meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.
Langkah ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi dunia pers Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi pilar demokrasi yang kokoh dan terpercaya.
Penulis by Sutarno
Sumber foto by M.Adie Pamungkas

















