INDRAMAYU – Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu menjadi saksi berlangsungnya peristiwa ilmiah bersejarah: Simposium Besar dan Konferensi Nasional Para Profesor dengan tema sentral “Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama Demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad XXI dan Usia Seratus Tahun Kemerdekaan”.Senin 1 Juni 2026.
Kegiatan berkelas nasional ini dilaksanakan pada hari Senin, 1 Juni 2026 bertempat di Masjid Rahmatan Lil ‘alamiin, Kampus Al-Zaytun – Indonesia Raya.
Acara ini dihadiri oleh Robin Simanulang, Pemimpin Media Berita Indonesia, yang didampingi oleh sejumlah tokoh dan awak media terkemuka, antara lain Ketua AsMEN Nurkholis, Sahri pimred medianewstrn.com Sastra Suganda dari Media Berita Polri Independen 91, Maman Suparman dari Media Inkanews, serta perwakilan berbagai lembaga pers lainnya.
Baca Juga
Sebagai forum pertemuan gagasan tingkat tertinggi di bidang pendidikan, kegiatan ini menghimpun para guru besar, akademisi, pakar, dan pemikir pendidikan terkemuka dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga ilmiah di seluruh Indonesia.
Inti pembahasan dan wacana utama yang dikedepankan adalah gagasan mulia Syaykh Al-Zaytun untuk mendirikan 500 titik pusat pendidikan berasrama terpadu yang tersebar di setiap kabupaten dan kota di seluruh wilayah tanah air.
Konsep ini dipandang sebagai solusi strategis dan terobosan besar untuk meletakkan fondasi kokoh bagi sistem pendidikan nasional yang unggul, berkarakter luhur, berjiwa kebangsaan, serta mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.
Transformasi ini dinilai sangat krusial untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai bangsa yang maju, beradab, dan setara dengan negara-negara besar dunia menjelang peringatan satu abad kemerdekaan pada tahun 2045, serta sebagai jawaban atas tantangan peradaban di abad ke-21.
Selama berlangsungnya forum, para narasumber menyampaikan kajian mendalam, pandangan ilmiah, strategi pelaksanaan, hingga rekomendasi kebijakan yang menyeluruh demi memperkuat struktur pendidikan nasional.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, melainkan menjadi gerakan intelektual dan moral untuk membangun kembali arah pendidikan Indonesia agar benar-benar menjadi sarana mencetak manusia seutuhnya, serta menjadi tulang punggung kemajuan dan kebesaran bangsa.
sehingga gagasan besar ini dapat diketahui, diikuti, dan didukung oleh masyarakat luas di mana pun berada.
Kehadiran para pemimpin media nasional dalam acara ini menjadi bukti bahwa dunia pers turut serta mendukung dan menyuarakan gerakan mulia ini, agar gagasan mulia ini menyebar luas, memperoleh dukungan luas, dan segera diwujudkan demi kejayaan Indonesia Raya yang abadi.
Reported by Sahri
Editor berita Sutarno

















