PURWOREJO – Di pinggiran persawahan Dusun Meranti, Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, tumbuh tanaman yang kerap luput dari perhatian namun menyimpan keajaiban: kimpul.
Bagi warga setempat, ini bukan sekadar umbi liar semata, melainkan anugerah alam yang setiap jengkalnya dapat diolah menjadi santapan lezat—berbeda jauh dengan kerabat dekatnya, talas Bogor yang hanya umbinya saja bisa dimanfaatkan.
Menurut penjelasan Maryoto, warga Dusun Meranti, kimpul secara fisik tampak seperti talas, namun memiliki ciri khas tersendiri: umbinya memanjang, kulit luar berwarna gelap, dan daging berwarna putih bersih saat dikupas.
Baca Juga
Cara menikmatinya pun sederhana—dicuci bersih, dikukus, lalu disajikan dengan taburan kelapa parut gurih. Namun keistimewaan utamanya terletak pada fakta bahwa mulai dari daun, batang, hingga umbi semuanya layak masuk ke dapur.

“Daun kimpul kami masak menjadi buntil, batangnya diolah menjadi sayur lompong, sedangkan umbinya tak hanya dikukus, tapi juga dijadikan keripik renyah,” ujar Maryoto dengan antusias. Ia menegaskan perbedaan mendasar dengan talas Bogor: selain umbi, daun dan batang talas Bogor mengandung zat yang memicu rasa gatal sehingga tidak layak konsumsi, sedangkan kimpul aman dan lezat di seluruh bagiannya.
Secara ilmiah, kimpul dikenal dengan nama Xanthosoma sagittifolium, tumbuh subur dengan daun bulat berwarna hijau tua, beradaptasi baik di lahan pinggir sawah, dan tergolong cepat panen. Bagi masyarakat Purworejo, tanaman ini telah lama menjadi makanan andalan dan identitas lokal yang tak tergantikan. Lebih dari sekadar sumber pangan, kimpul mencerminkan kearifan lokal warga dalam memanfaatkan alam secara utuh tanpa menyisakan yang terbuang.
Di tengah arus modernisasi yang kerap menggeser komoditas lokal, keberadaan kimpul mengingatkan kita bahwa kekayaan pangan bangsa tidak melulu soal barang impor atau jenis yang populer di pasar modern. Ada tanaman sederhana yang tumbuh di sela-sela sawah, menyimpan gizi melimpah, dan menjadi bukti bahwa apa yang tumbuh di tanah sendiri pun mampu menjawab kebutuhan pangan dengan bijaksana.
Kini, warga Dusun Meranti berharap kimpul tidak hanya menjadi rahasia lezat di Purworejo, namun semakin dikenal luas sebagai salah satu warisan pangan nusantara yang patut dilestarikan, dikembangkan, dan dibanggakan.
Penulis by Sutarno

















