SURABAYA – Yayasan Kerukunan Orang Madura (YAKORMA) menyampaikan keprihatinan atas ramainya pemberitaan dan perbincangan publik terkait sebuah kasus yang viral di Kota Surabaya.
Ketua Umum YAKORMA, R.H. Imron Amin, SH., MH., menekankan agar penanganan persoalan dilakukan secara adil dan proporsional tanpa menyeret identitas kesukuan.
“Saya meminta dengan hormat, jangan membawa-bawa nama suku Madura dalam kasus apa pun. Warga Madura di mana pun berada selalu menjaga andhap asor (etika) sebagaimana yang diajarkan oleh para sesepuh dan nenek moyang kita,” Ucap Imron Amin, kamis 01/10/2026.
Baca Juga
Imron Amin, yang juga anggota DPR RI Dapil Jatim XI (Madura), menegaskan bahwa tindakan individu apa pun latar belakangnya tidak bisa dijadikan alasan untuk menggeneralisasi atau men-stigma kelompok tertentu.
Ia mengingatkan bahwa pelabelan berbasis suku berpotensi memperkeruh suasana, memicu prasangka, dan mengganggu harmoni sosial.
“Tolong jangan membawa nama Madura. Mari kita jaga bersama ketertiban dan kerukunan.
Jangan dikaitkan dengan suku Madura, baik itu soal ormas maupun yang semacamnya. Biarkan proses berjalan sesuai hukum, dan mari kedepankan adab dalam menyikapi informasi,” paparnya.
Imron Amin juga mengimbau masyarakat untuk bijak di media sosial dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian, provokasi, atau konten yang mengarah pada stigma kesukuan.
“Mari kita fokus pada substansi penyelesaian masalah sesuai mekanisme yang berlaku, bukan memperluasnya menjadi konflik sosial,” pungkasnya. ( Red )

















