JAKARTA — Perselingkuhan tidak mengenal jenis kelamin. Baik suami maupun istri dapat tergelincir ketika kedekatan emosional, rasa dihargai, dan keseimbangan dalam hubungan mulai pudar. Kesepian, kurang perhatian, atau konflik yang tak terselesaikan membuka celah bagi godaan dari luar. Melansir laman Psych Central, terdapat pola tanda yang cenderung serupa pada pria maupun perempuan, berikut sepuluh di antaranya:
- Rutinitas Berubah Tanpa Alasan Jelas
Pulang tiba-tiba lebih larut, muncul kegiatan baru yang sulit dijelaskan, atau tiba-tiba sangat peduli penampilan dan rajin berolahraga. Perubahan pola yang tidak lazim menjadi sinyal pertama. - Menuduh Pasangan Berkhianat Tanpa Bukti
Rasa bersalah kerap diproyeksikan ke pihak lain. Pelaku justru lebih dulu menuduh pasangannya selingkuh untuk menutupi perbuatannya sendiri. - Semakin Tertutup dan Defensif
Menghindari pertanyaan sederhana, enggan berbagi jadwal, atau langsung marah saat ditanya. Ada hal yang sengaja disembunyikan. - Emosi Tak Stabil
Tekanan batin membuat mudah tersinggung, gelisah, atau berubah sikap secara tiba-tiba. Fokus saat berinteraksi pun terganggu. - Kedekatan Fisik dan Emosional Menurun
Komunikasi terasa dingin, momen kebersamaan dihindari. Sebaliknya, ada pula yang tiba-tiba lebih mesra sebagai bentuk kompensasi atas rasa bersalah. - Lingkaran Pertemanan Ikut Berubah
Teman-teman pasangan sering kali mengetahui lebih dulu. Kecanggungan yang muncul tanpa alasan saat bertemu bisa menjadi petunjuk mereka menyimpan sesuatu. - Gawai Dijaga Sangat Ketat
Ponsel selalu dibawa ke mana pun, layar dikunci rapat, atau membalas pesan secara diam-diam di tempat tersendiri. - Sulit Dihubungi, Penjelasan Berubah-Ubah
Panggilan dan pesan lambat direspons. Saat akhirnya tersambung, alasan yang diberikan tidak konsisten. - Arus Keuangan Tak Wajar
Pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, penarikan tunai berulang, atau tagihan yang melonjak sering kali terkait upaya menyembunyikan aktivitas tertentu. - Percakapan Menjadi Dangkal
Pasangan tak lagi bercerita tentang keseharian, menghindari diskusi mendalam, mengalihkan topik, atau menyalahkan Anda agar pembahasan berhenti.
Sikap Terbuka Tetap Kunci
Tanda-tanda ini bukan kepastian mutlak, melainkan pengingat untuk kembali mempererat komunikasi dan kebersamaan. Mengatasi kesenjangan sejak dini jauh lebih baik daripada menunggu keretakan menjadi terlalu lebar.@Sutarno















