JAKARTA — Persatuan Jurnalis Pembangunan Indonesia Raya (PJPI) menegaskan peran strategis dunia pers sebagai benteng kebangsaan. Ketua Umum DPP PJPI Abdul Haris, S.IP., MT. Kwi, hadir langsung dalam Sosialisasi dan Kesadaran Bela Negara, Senin (28/9/2026), menegaskan jurnalisme bukan sekadar liputan, melainkan wujud nyata membela negara.
Bela Negara di Dunia Pers: Cerdaskan, Tangkal Hoaks, Kuatkan Harapan
Abdul Haris menyatakan, tanggung jawab jurnalis tidak berhenti pada penyebaran informasi. Ada tugas lebih besar: merawat persatuan lewat karya yang konstruktif.
“Bela negara bagi jurnalis diwujudkan lewat profesionalisme. Sajikan berita yang mencerdaskan, tangkal hoaks, perkuat optimisme publik terhadap kemajuan bangsa. Insan pers harus selalu di garis depan menjaga NKRI,” tegasnya.
Sinergi Hadapi Tantangan Geopolitik
Kegiatan tersebut membahas wawasan kebangsaan, perubahan peta dunia, hingga ancaman disintegrasi. PJPI menekankan kewajiban seluruh jurnalis menjunjung kode etik sekaligus menanamkan cinta tanah air dalam setiap liputan — demi Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkarakter.
Hadirnya PJPI dalam forum ini menjadi bukti: pembangunan nasional tak bisa lepas dari pengawalan pers yang teguh pada kebenaran dan kebersamaan.
Wartawan Nikita















