Bamsoet: Jangan Hanya Olah Nikel, Indonesia Harus Jadi Pusat Kendaraan Listrik Dunia

JAKARTA — Indonesia tak boleh berhenti sekadar mengolah nikel. Hilirisasi harus melangkah jauh: dari bahan baku hingga menjadi kendaraan utuh, lengkap dengan teknologi dan pasar ekspor. Demikian ditegaskan Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menerima Ketua Umum PERIKLINDO Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, Selasa (22/9/2026). Pasar Melonjak, Peluang Terbuka Lebar Sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik mencapai 175.144…

JAKARTA — Indonesia tak boleh berhenti sekadar mengolah nikel. Hilirisasi harus melangkah jauh: dari bahan baku hingga menjadi kendaraan utuh, lengkap dengan teknologi dan pasar ekspor. Demikian ditegaskan Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menerima Ketua Umum PERIKLINDO Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, Selasa (22/9/2026).

Pasar Melonjak, Peluang Terbuka Lebar

Sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik mencapai 175.144 unit — di mana mobil listrik murni (BEV) menyumbang 103.931 unit, melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding 2024. Bamsoet menegaskan momentum ini harus diiringi penguatan industri dalam negeri, bukan sekadar perakitan.

“Kita punya cadangan nikel, pasar besar, tenaga kerja, dan masuknya investasi. Tapi ukuran keberhasilan bukan berapa banyak smelter dibangun, melainkan seberapa besar nilai tambah, teknologi, komponen, dan lapangan kerja yang lahir di sini,” ujarnya.

TKDN Jadi Kunci, Rantai Pasok Harus Lengkap

Peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ditetapkan naik bertahap: 40% (2026), 60% (2027–2029), hingga 80% pada 2030. PT HLI Green Power di Karawang telah berdiri dengan investasi US$1,2 miliar, mampu memproduksi sel baterai untuk 150.000 kendaraan per tahun.

Namun Bamsoet mengingatkan: TKDN bukan satu-satunya ukuran. Harus dipastikan perusahaan nasional ikut masuk rantai pasok, riset dilakukan di dalam negeri, dan teknologi dikuasai.

Dari Nikel Hingga Daur Ulang

Pemerintah mencatat investasi US$350 juta untuk pabrik bahan katoda sedang berjalan. Rantai industri harus diperpanjang: dari nikel, MHP, prekursor, katoda, sel baterai, paket baterai, kendaraan, hingga daur ulang.

“Semakin panjang proses produksi yang ada di Indonesia, semakin besar keuntungan yang tinggal di sini. Di titik inilah hilirisasi benar-benar melahirkan industrialisasi,” pungkas Bamsoet.@Str.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor