JAKARTA – Di tengah tantangan besar ancaman penyalahgunaan narkotika yang kian menggerus ketahanan sumber daya manusia bangsa, muncul sosok pemimpin yang bertekad bulat menggerakkan kekuatan masyarakat luas demi menangkis bahaya tersebut.
Ia adalah Fakhruddin, yang dikenal luas dengan sebutan Sanghaji Bima, pendiri sekaligus Presiden dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat organisasi Generasi Anti‑Narkotika Nasional (GANN).
Berakar dari tanah kelahirannya di wilayah Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tokoh ini mencurahkan segenap tenaga, pikiran, dan waktu demi perjuangan mulia menyelamatkan masa depan anak cucu bangsa. Kamis 25 Juni 2026.
Baca Juga
Organisasi yang beliau dirikan dan pimpin tumbuh menjadi wadah persatuan masyarakat yang mandiri, berintegritas, serta senantiasa menjalin kerja sama erat dan harmonis dengan Badan Narkotika Nasional, kesatuan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan, lembaga pendidikan, serta instansi berwenang lainnya di seluruh pelosok negeri.
Struktur kepengurusan kini telah menjangkau hampir seluruh provinsi hingga ke tingkat kecamatan, menjadikan gerakan ini salah satu kekuatan masyarakat sipil terbesar dalam bidang pencegahan bahaya narkoba.
Dilandasi keprihatinan mendalam atas tingginya angka penyalahgunaan zat berbahaya di kalangan generasi muda, visi utama Sanghaji Bima adalah mewujudkan wilayah Indonesia yang sepenuhnya bersih, aman, dan bebas dari jeratan narkotika; melahirkan generasi penerus yang sehat jasmani, bugar rohani, berprestasi, serta bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
Dalam menjalankan amanah organisasi, misi pokok yang diemban adalah turut menyukseskan kebijakan negara dalam pencegahan, pemberantasan, penindakan, serta pemulihan akibat dampak buruk narkotika.
“Perjuangan ini saya laksanakan sepenuh hati demi menyelamatkan generasi emas bangsa. Saya tidak akan pernah gentar bergerak melawan segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan zat mematikan di tanah air tercinta ini,” tegas Sanghaji Bima dalam satu kesempatan penyampaian gagasannya.
Beliau senantiasa mengingatkan bahwa peperangan melawan musuh tak kasat mata ini bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab luhur yang harus dipikul bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Di bawah arahan kepemimpinannya, GANN giat menyelenggarakan penyuluhan, pendidikan, kampanye kesadaran publik, hingga pendampingan bagi mereka yang sedang berjuang lepas dari ketergantungan zat berbahaya.
Langkah‑langkah nyata ini terus diperluas jangkauannya guna menumbuhkan benteng pertahanan diri yang kokoh di setiap keluarga, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan tempat tinggal masyarakat luas.
Kiprah Fakhruddin Sanghaji Bima mengajarkan satu pesan mendasar: kekuatan terbesar bangsa terletak pada kualitas manusianya, dan menjaga kemurniannya dari segala ancaman kerusakan adalah kewajiban suci setiap pemimpin dan warga negara.
Wartawan by Sutarno

















