Abah Anton Carlian Tegaskan Pentingnya Melestarikan Adat: Jangan Sampai Jadi Tuan Asing di Rumah Sendiri

by

medianewstrn

medianewstrn.com

SUBANG – Dalam sebuah pertemuan adat yang penuh khidmat dan sarat pesan moral, Abah Anton Carlian menyampaikan pidato yang menggugah hati dan kesadaran seluruh hadirin.

Mengusung tema besar “JAGA ADAT TRADISI KITA SENDIRI”, beliau menyerukan kepada segenap elemen masyarakat, khususnya para generasi penerus, untuk bangkit menjaga dan merawat nilai-nilai luhur, budaya, serta tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.

Dalam sambutannya yang berapi-api namun penuh kebijaksanaan, Abah Anton mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi keberlangsungan adat istiadat dan tradisi yang kian tergerus oleh arus zaman dan pengaruh luar yang masuk tanpa penyaringan.

Beliau menegaskan bahwa warisan budaya bukan sekadar tanda pengenal atau hiasan semata, melainkan akar jati diri dan identitas bangsa yang menjadi landasan kokoh bagi keberadaan suatu kaum dan masyarakat.

“JANGAN SAMPAI KITA MENJADI TUAN YANG ASING DI RUMAH SENDIRI,” tegas Abah Anton, mengingatkan bahwa sangat memilukan dan memalukan apabila kita hidup di atas tanah leluhur namun tidak lagi mengenal, menghargai, maupun mengamalkan adat dan tradisi yang telah ada sejak dahulu kala.

Kondisi demikian, menurut beliau, adalah tanda bahwa kita telah kehilangan arah dan jati diri sebagai bangsa yang beradab.

Pesan yang paling tajam dan menyentuh hati disampaikan Abah Anton kepada para Rajaputra, para pemimpin, dan generasi penerus bangsa yang memegang tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur tersebut.

Beliau menyampaikan peringatan keras: “LEBIH HINA BANGKAI DI TEMPAT SAMPAH, JIKA RAJAPUTRA TIDAK BISA MENJAGA WARISAN LELUHUR.”

Kalimat yang mendalam ini bermakna bahwa kehinaan terbesar bagi seorang pemimpin atau anak bangsa bukanlah kemiskinan atau kekurangan harta, melainkan ketidakmampuan dan ketidakpedulian dalam memelihara serta meneruskan amanah warisan budaya yang ditinggalkan oleh pendahulu.

Kehancuran warisan leluhur akibat kelalaian penjagaan dinilai jauh lebih menyedihkan dan memalukan dibandingkan nasib bangkai yang terbuang di tempat sampah.

Abah Anton menekankan bahwa menjaga adat dan tradisi adalah kewajiban suci dan tugas mulia setiap warga masyarakat, tanpa terkecuali.

Adat istiadat mengandung nilai-nilai kebijaksanaan, tata krama, etika, serta pedoman hidup yang mengatur hubungan antarmanusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan Sang Pencipta. Apabila hal ini ditinggalkan, maka akan hilang pula pegangan hidup dan pedoman moral yang menjaga keharmonisan serta ketertiban masyarakat.

Acara “Jaga Adat Tradisi Kita Sendiri” ini menjadi momentum penting untuk menyatukan tekad dan semangat seluruh elemen masyarakat.

Abah Anton berharap, melalui pertemuan dan seruan ini, akan lahir kesadaran kolektif yang kuat, sehingga setiap individu merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut serta melestarikan adat dan budaya.

Warisan leluhur harus terus dijaga, dihidupkan, dan diteruskan ke generasi berikutnya, agar kita senantiasa menjadi tuan yang berdaulat dan berharga di tanah kelahiran sendiri, serta tidak tergerus dan hilang ditelan zaman.

Repoted by Sutarno

Berita Relevan