Polri Evakuasi Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil dari Palue Lewat Jalur Udara

MAUMERE – Polri bersama unsur terkait mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Di tengah keterbatasan akses darat maupun laut pascabencana, jalur udara dipilih untuk mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera, Kamis 26/8/2026. Dua warga yang mendapat prioritas evakuasi adalah Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa…

MAUMERE – Polri bersama unsur terkait mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Di tengah keterbatasan akses darat maupun laut pascabencana, jalur udara dipilih untuk mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera, Kamis 26/8/2026.

Dua warga yang mendapat prioritas evakuasi adalah Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang hamil dan sudah dalam kondisi siap bersalin.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, langkah ini merupakan respons cepat Polri bersama seluruh pihak terkait guna memastikan warga yang membutuhkan pertolongan medis segera mendapatkan penanganan yang layak.

“Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat. Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Trunoyudo.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Dua armada helikopter dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk memindahkan kedua korban menuju Maumere guna mendapat perawatan lebih lanjut.

Maria Noni memerlukan penanganan medis lanjutan akibat patah tulang yang dialaminya, sementara Maria Angela Ngei butuh pemantauan dan pelayanan kesehatan intensif mengingat kehamilannya yang sudah memasuki masa persalinan.

Jajaran Polres Sikka turut terlibat langsung dalam proses evakuasi, memastikan setiap tahapan pemindahan korban berjalan aman, tertib, dan terkendali, serta memberikan pendampingan hingga korban naik ke armada udara.

Trunoyudo menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam penanganan bencana tidak terbatas pada aspek keamanan semata, melainkan juga mencakup dukungan penuh terhadap proses evakuasi dan pelayanan kemanusiaan.

“Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.

Setelah seluruh persiapan selesai, kedua korban diterbangkan menuju Maumere. Seluruh rangkaian evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dan berjalan aman, lancar, serta kondusif.

Langkah ini menjadi bukti respons cepat aparat terhadap kelompok rentan di tengah isolasi wilayah pascabencana.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan,” pungkas Trunoyudo@Sutarno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *