PARIS – Ikon peradaban dunia Menara Eiffel terpaksa mengubah jam operasionalnya secara mendadak. Pengelola mengumumkan penutupan lebih awal pada Sabtu (12/7) dan Minggu (13/7) pukul 16.00 waktu setempat, sebagai langkah krusial menyikapi gelombang panas ekstrem yang kini menempatkan Paris pada status siaga tertinggi.
Keputusan ini diambil setelah Badan Meteorologi Prancis menaikkan peringatan cuaca, menjadikan ini gelombang panas ketiga yang melanda negeri itu sejak Mei lalu—bukti nyata semakin ekstremnya perubahan iklim yang menghantui benua Eropa.
Ancaman di Ketinggian 330 Meter
Baca Juga
Dalam pernyataan resminya, operator menara menyatakan kekhawatiran akan risiko kesehatan yang mengancam pengunjung, terutama bagi mereka yang mendaki ke puncak menara setinggi 330 meter. Suhu udara yang menyengat berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi siapa saja yang berlama-lama di ketinggian tanpa perlindungan memadai.
Pengelola mengimbau seluruh wisatawan untuk tetap waspada: membawa bekal air minum yang cukup, mengenakan pakaian ringan dan pelindung matahari, serta membatasi waktu beraktivitas di bawah terik matahari langsung.
Darurat Iklim Meluas ke Seluruh Eropa
Kasus ini bukan kejadian terisolasi. Gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah Eropa telah memaksa berbagai negara mengambil langkah darurat, mulai dari penyesuaian jam buka objek vital hingga penerbitan peringatan kesehatan nasional.
Sebagai salah satu destinasi paling dikunjungi dunia, keputusan Menara Eiffel menjadi pengingat keras: keindahan warisan dunia pun tak luput dari dampak nyata krisis iklim yang semakin mendesak untuk diselesaikan.
Peliputan Sutarno

















