Juli 22, 2026

Gelombang Panas Mematikan: 2.025 Jiwa Melayang dalam Sepekan Prancis, Angka Sesungguhnya Diperkirakan Lebih Besar

by

medianewstrn

medianewstrn.com

PARIS – Cuaca ekstrem yang menghantam Eropa kini menorehkan catatan kelam di Prancis. Menteri Kesehatan Stephanie Rist mengumumkan jumlah kematian berlebih akibat gelombang panas yang melanda periode 22 hingga 28 Juni 2026 mencapai 2.025 orang.

Angka ini melonjak tajam sebesar 29,1 persen dibandingkan pekan sebelumnya, dan pihak berwenang mengingatkan bahwa data tersebut belumlah lengkap.

Dalam pernyataannya kepada media lokal yang dikutip France24 pada Jumat (3/7), Rist menyampaikan bahwa angka itu baru hitungan awal.

“Perkiraan kami semula hanya sekitar 1.000 kematian terkait panas, namun kenyataannya jauh melampaui dugaan. Kita harus bersiap bahwa angka sesungguhnya berpotensi lebih tinggi lagi seiring pelengkapan data lapangan,” ungkapnya.

Wilayah Paris tercatat sebagai kawasan yang paling parah terdampak, dengan lonjakan kematian mencapai 62 persen saat puncak suhu menyengat.

Nasib serupa dialami wilayah Pays de la Loire, di mana sistem pertahanan kesehatan dan daya tahan warga diuji habis oleh suhu yang tak lazim.

Tingginya jumlah korban segera memicu badai kritik di kancah politik. Partai Hijau secara resmi mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Perdana Menteri Sebastien Lecornu pada Kamis (2/7).

Pemerintah dinilai lambat merespons ancaman iklim dan gagal menyiapkan langkah perlindungan memadai bagi kelompok rentan sebelum gelombang panas melanda.

Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa perubahan iklim bukan sekadar isu lingkungan, melainkan krisis kemanusiaan yang menuntut kesiapan negara jauh lebih cepat dan menyeluruh.

Wartawan by Sutarno

Berita Relevan