JAKARTA – Pertanyaan sederhana namun menyentuh paling dalam hati manusia kini dikupas secara mendalam. Mengapa di antara seluruh makhluk ciptaan, anjing adalah satu-satunya yang mampu memberikan kesetiaan mutlak, tanpa pamrih, dan tak pernah berpaling meski tuannya jatuh bangun? Pertanyaan inilah yang menjadi inti orasi terbaru Denny JA, yang mengajak kita merenungi makna cinta sejati lewat persahabatan manusia dan hewan.
Lebih dari Sekadar Insting: Pelajaran Kesetiaan yang Menyentuh Jiwa
Gambar yang menyertai orasi ini—seorang lelaki tua menatap penuh kasih ke mata setia anjing di stasiun yang sepi—mengingatkan kita pada kisah abadi tentang pengorbanan dan ketulusan. Dalam orasinya, Denny JA menyoroti bahwa kesetiaan anjing bukan sekadar naluri mencari makan atau perlindungan. Itu adalah bentuk ikatan batin yang murni, yang tak dinilai dari harta, jabatan, atau penampilan.
Baca Juga
“Anjing tidak menilai siapa kita. Ia tidak peduli apakah kita kaya atau miskin, berkuasa atau tak dikenal. Ia hanya melihat hati yang memberinya kasih sayang, lalu menjadikannya dunia seutuhnya,” ujarnya.
Cermin bagi Kemanusiaan yang Mulai Luntur
Lebih jauh, orasi ini mengajak kita merenungkan diri sendiri. Di tengah dunia yang penuh kepentingan dan perubahan arah angin, kesetiaan anjing justru menjadi cermin yang menampakkan kelemahan hati manusia. Ia mengingatkan bahwa sahabat sejati adalah mereka yang hadir saat dunia berpaling, dan cinta terbesar adalah memberi tanpa mengharap balasan.
Kisah kesetiaan seperti Hachiko yang menunggu tuannya hingga akhir hayatnya bukan sekadar cerita menyentuh hati. Ia adalah pengingat bahwa nilai tertinggi dalam hidup bukanlah apa yang kita miliki, melainkan seberapa besar kesetiaan yang mampu kita berikan kepada sesama.
Orasi ini diharapkan dapat menyentuh hati setiap orang, agar kita belajar menghargai persahabatan, menjaga kasih sayang, dan setia pada nilai-nilai luhur yang membuat hidup menjadi bermakna.
Peliputan sutarno

















