JAKARTA – Suara tegas dan keras datang dari pimpinan tertinggi Partai Gerindra menanggapi pandangan yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, angkat bicara secara lugas dan kritis, menilai bahwa masukan yang disampaikan Dino jauh dari kata konstruktif, minim landasan data yang valid, serta dianggap telah melanggar norma kesopanan dan etika dalam berpolitik di ruang publik.Rabu 3 Juni 2026.
Dalam pernyataan resminya yang disampaikan pada Selasa (2/6), politikus yang akrab disapa Habib ini mengawali tanggapannya dengan menegaskan prinsip demokrasi dan keterbukaan yang senantiasa dipegang teguh oleh pemerintah dan partai politik penopang kekuasaan.
Baca Juga
Menurutnya, kritik dan saran adalah napas bagi demokrasi, dan pintu pemerintahan selalu terbuka bagi siapa saja, termasuk bagi mantan pejabat tinggi negara seperti Dino Patti Djalal.
Namun, keterbukaan tersebut bukan berarti membenarkan setiap ucapan yang disampaikan tanpa dasar dan tidak menjunjung tinggi adab kesantunan.
“Di era demokrasi dan keterbukaan ini, tentu kita senantiasa membuka diri terhadap segala bentuk kritik, termasuk yang datang dari mantan pejabat tinggi negara sekalipun.
Akan tetapi, sebagai sesama anak bangsa yang menginginkan kemajuan, saya merasa wajib dan terpanggil untuk mengkritik balik apa yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal,” tegas Habiburokhman dengan nada tegas dan berwibawa.
Lebih dalam menelisik substansi isi pernyataan atau masukan yang disampaikan Dino kepada Presiden Prabowo, Habiburokhman menemukan ketimpangan yang sangat mendasar. Ia menilai, saran yang disampaikan tersebut tidak memiliki bobot yang cukup, tidak didasari oleh data-data yang akurat dan terverifikasi, serta sama sekali tidak membawa solusi atau jalan keluar yang konkret bagi bangsa. Lebih jauh lagi, Anggota DPR RI ini menduga keras bahwa di balik unggahan dan pernyataan tersebut terselip niat lain yang kurang baik.
Menurut analisis tajam Habiburokhman, pernyataan yang dilontarkan itu sesungguhnya bernuansa serangan politik yang membabi buta.
Serangan yang tidak ditujukan untuk memperbaiki, melainkan murni bertujuan untuk melecehkan, meruntuhkan wibawa, dan mencoreng citra pemerintahan yang sedang berupaya bekerja keras bagi kepentingan rakyat banyak.
“Masukan yang disampaikan tersebut sangat minim data yang valid dan akurat. Kami melihat pola yang jelas, bahwa apa yang ditulis dan disampaikan itu adalah bentuk serangan yang membabi buta, yang hakikat dan tujuannya tak lain adalah untuk melecehkan kinerja dan kredibilitas pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” tandas Habiburokhman.
Habiburokhman mengingatkan, bahwa sebagai tokoh publik yang pernah dipercaya memegang jabatan strategis, Dino Patti Djalal sepatutnya memahami dan mengamalkan apa itu adab politik.
Berpendapat boleh, berbeda pandangan adalah hak setiap warga negara, namun menyampaikannya haruslah dengan bahasa yang santun, argumentasi yang kuat, serta tujuan yang mulia. Menyerang tanpa bukti dan melecehkan tanpa alasan yang jelas, bukanlah ciri dari seorang negarawan, melainkan tindakan yang justru merugikan persatuan bangsa.
Pernyataan keras ini menjadi sinyal bahwa koalisi pemerintah tidak akan tinggal diam jika kinerja dan arah kebijakan negara diganggu gugat dengan isu-isu yang tidak berdasar.
Di mata Gerindra, kritik yang baik adalah yang membangun, namun serangan yang bertujuan melecehkan harus dijawab dengan pembelaan fakta dan teguran yang tegas.
Reported by Sutarno

















