Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Dinilai Persulit Akses Pasien BPJS: Alur Pelayanan Dipertanyakan, Antrean Panjang Jadi Keluhan Utama

by

medianewstrn

medianewstrn.com

CIKARANG – Kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan kembali menjadi sorotan tajam.

Kali ini, Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang mendapat catatan merah atas tata cara pelayanannya yang dinilai mempersulit akses dan menambah beban bagi para pasien pemegang kartu BPJS.

Keluhan ini mengemuka menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat yang merasa alur pelayanan yang diterapkan tidak efektif, berbelit-belit, dan memakan waktu yang sangat lama, meskipun pasien telah membawa rujukan resmi dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (22/5/2026), serta keterangan yang diperoleh dari sejumlah pasien, permasalahan utama terletak pada sistem pendaftaran yang diterapkan rumah sakit tersebut.

Ditemukan fakta bahwa seluruh jenis pasien, baik yang baru pertama kali berobat maupun yang sudah memiliki rekam medis dan pernah berobat di lokasi yang sama, wajib melewati jalur antrean pendaftaran yang sama dan menyatu.

Hal ini dilakukan tanpa membedakan tujuan konsultasi maupun riwayat berobat pasien, sehingga mengakibatkan penumpukan massa dan waktu tunggu yang sangat panjang di tahap awal pelayanan.

Salah satu warga yang menjadi korban ketidaknyamanan sistem ini adalah Anto. Ia mengaku sengaja berangkat sejak dini hari dengan harapan dapat segera mendapatkan penanganan medis, mengingat ia harus kembali bekerja pada sore harinya.

Namun, harapan itu pupus begitu saja saat melihat kondisi antrean di bagian pendaftaran yang sangat padat dan berjalan lambat. Menurutnya, kewajaran antrean sesungguhnya ada di ruang pemeriksaan dokter, bukan justru tersendat di meja administrasi di awal kedatangan.

“Kalau nantinya mengantri di ruang dokter, itu sudah menjadi hal yang wajar dan kami maklumi. Namun yang menjadi masalah adalah kami harus menunggu sangat lama hanya di bagian pendaftaran.

Padahal saya sudah pernah berobat ke sini dan membawa rujukan lengkap. Semua jenis pasien disatukan di satu tempat, sehingga prosesnya menjadi sangat lambat dan melelahkan,” ungkap Anto kepada awak media dengan nada kekecewaan.

Situasi yang tak kunjung bergerak itu akhirnya membuat Anto mengambil keputusan berat. Mengingat keterbatasan waktu yang ia miliki dan takut terlambat kembali ke tempat pekerjaannya, ia terpaksa membatalkan niat berobatnya dan pulang tanpa mendapatkan pelayanan apa pun.

Kasus ini menegaskan kembali kritik yang selama ini disampaikan masyarakat: bahwa fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan seharusnya memudahkan perlindungan sosial bagi warga negara, bukan justru menciptakan hambatan birokrasi yang menyulitkan.

Tata kelola pelayanan yang baik seyogianya mampu membedakan kategori pasien, menyederhanakan prosedur bagi mereka yang datanya sudah tersimpan, serta memisahkan alur layanan agar efisiensi waktu dan kenyamanan pasien tetap terjaga.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari manajemen Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang terkait keluhan publik mengenai alur pendaftaran yang dianggap berbelit dan tidak manusiawi tersebut. Masyarakat berharap adanya perbaikan sistemik yang segera

Reporter by Eko Edi.

Berita Relevan