JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tegas keberagaman yang menjadi jiwa ibu kota harus dijaga bersama, dan tidak boleh dirusak oleh narasi yang mengarah pada isu etnisitas. Pernyataan ini disampaikan langsung di Balai Kota, Selasa (28/7), menyusul peristiwa bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu lalu.
“Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta selama ini terjaga dengan baik. Saya tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta,” tegas Pramono.
Peristiwa kelam itu merenggut satu nyawa, melukai satu orang secara kritis, serta menghanguskan bangunan semi permanen dan empat unit sepeda motor. Menyikapi hal itu, Pramono meminta seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan kepala dingin, agar Jakarta tetap aman, damai, dan nyaman bagi siapa saja.
Baca Juga
Pasca peristiwa tersebut, warga Kelurahan Pegangsaan bersama keluarga korban telah sepakat untuk menjaga ketertiban dan tidak meluapkan emosi. Seluruh proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Polda Metro Jaya kini telah menetapkan tujuh orang tersangka: empat orang terkait perusakan gerobak pedagang, dan tiga orang lainnya atas dugaan pengeroyokan yang berujung maut.
Pramono berharap dinamika sosial di ibu kota tidak pernah meluas menjadi konflik horizontal. “Jakarta adalah rumah kita semua. Mari kita jaga agar tetap menjadi tempat yang aman dan bersahabat bagi siapa saja yang tinggal di dalamnya,” harapnya.
Wartawan sutarno

















