Juni 13, 2026

Menjaga Nadi Energi Bangsa: Audit Resertifikasi Pengamanan Kilang Balongan Perkuat Ketahanan Nasional

by

medianewstrn

medianewstrn.com

INDRAMAYU, 10 Juni 2026 – Sebagai salah satu urat nadi perekonomian dan ketahanan energi Indonesia, Kilang Balongan memiliki peran strategis yang tak tergantikan, mengingat fasilitas ini menyuplai sekitar 12 persen kebutuhan bahan bakar minyak nasional. Gangguan sekecil apa pun pada operasionalnya dapat berdampak luas hingga ke seluruh penjuru negeri. Untuk memastikan standar pengamanan tetap berada di tingkat terbaik,

Direktorat Pengamanan Objek Vital Nasional (Ditpamobvit) Korps Sabhara Baharkam Polri menggelar Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional (SMP) di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan, Selasa (9/6/2026).

Ketua Tim Audit, Kombes Pol Hadianur, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pemeriksaan mendasar dan menyeluruh layaknya pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

“Kami memastikan kelima elemen utama dalam Sistem Manajemen Pengamanan tetap berjalan efektif dan sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2019. Apabila ditemukan aspek yang perlu ditingkatkan, perbaikan harus segera dilakukan, mengingat taruhannya adalah ketahanan energi seluruh bangsa,” ujarnya dalam pembukaan kegiatan di Gedung Administrasi RR-I.

Berikut adalah lima manfaat strategis yang dihasilkan dari pelaksanaan resertifikasi ini bagi negara dan masyarakat luas:

1. Menjamin Keberlangsungan Pasokan Energi
Sebagai objek vital nasional, kilang ini memerlukan sistem pengamanan berlapis, mulai dari pengawasan perbatasan kawasan, penerapan standar keselamatan kerja, hingga pertahanan terhadap serangan siber. Resertifikasi memastikan seluruh lapisan pengamanan berfungsi optimal, sehingga risiko terjadinya gangguan pasokan akibat tindakan sabotase, ancaman teror, maupun kelalaian manusia dapat ditekan serendah mungkin.

2. Memperbarui Standar Pengamanan Sesuai Tantangan Zaman
Bentuk ancaman terhadap objek vital terus berkembang, mulai dari penggunaan pesawat tanpa awak, serangan di dunia maya, hingga potensi risiko dari pihak internal. Melalui audit ini, seluruh kebijakan, prosedur operasional, dan peralatan keamanan dievaluasi dan diperbarui agar tetap relevan dan mampu menghadapi tantangan keamanan terkini.

3. Memastikan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Profesional
Sistem Manajemen Pengamanan menuntut personel keamanan memiliki kompetensi yang terstandar, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.

Dalam proses resertifikasi, dilakukan pengujian langsung terhadap pemahaman prosedur darurat, keterampilan teknis, hingga penguasaan sistem pengendalian akses. Hal ini memastikan petugas tidak hanya sekadar berjaga, melainkan siap bertindak secara profesional dalam situasi apa pun.

4. Memberikan Kepastian Hukum dan Kepercayaan Bagi Dunia Usaha
Sertifikat kelayakan dari Kepolisian Republik Indonesia menjadi bukti sah bahwa Kilang Balongan telah mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini sangat krusial dalam menjaga kepercayaan lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan para penanam modal, di mana stabilitas keamanan objek vital menjadi salah satu indikator utama kekuatan ekonomi nasional.

5. Mencegah Kerugian Besar yang Dapat Menggerogoti Keuangan Negara
Executive General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, mengungkapkan bahwa penghentian operasional kilang selama satu hari saja dapat menimbulkan kerugian yang mencapai nilai triliunan rupiah.

“Proses resertifikasi ini sesungguhnya adalah bentuk investasi pencegahan. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan potensi kerugian yang akan ditanggung jika terjadi insiden,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Direktur Pengamanan Objek Vital Nasional Brigjen Pol Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa tujuan utama audit ini bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan memperkuat ketahanan.

“Kehadiran kami adalah untuk memastikan objek vital ini berada dalam kondisi yang kokoh. Sertifikasi ulang ini menjadi jaminan bahwa energi Indonesia dijaga siang dan malam, mewujudkan semangat Polri yang siap hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Proses audit resertifikasi ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan melalui serangkaian metode pemeriksaan, mulai dari penelaahan dokumen, pengamatan langsung di lapangan, pelaksanaan simulasi, hingga wawancara mendalam dengan seluruh unsur terkait.

Berita Relevan