Juli 12, 2026

Di Usia Senja, Panji Gumilang Hadirkan 50 Profesor: Gagasan Besar Al‑Zaytun Lawan Semangat Diri yang Sempit

by

medianewstrn

medianewstrn.com

INDRAMAYU – Di tengah riuhnya urusan bangsa yang kerap didominasi kepentingan pribadi, hadir semangat berbeda dari Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, pendiri sekaligus pemimpin Pesantren Al‑Zaytun dan gerakan “Panji Gumilang Membangun Bangsa Indonesia”.

Di usia yang tak lagi muda, ia justru mencurahkan energi dan gagasan cemerlang yang tak hanya relevan bagi masa depan Indonesia, namun juga mengundang perhatian dunia. Jum’at 3 Juli 2026.

Bukti nyata komitmen itu terlihat dalam penyelenggaraan Simposium dan Kuliah Umum yang menghadirkan 50 profesor serta cendekiawan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan pesantren Al‑Zaytun. Forum bertajuk “Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama Menuju Indonesia Modern Abad XXI dan 100 Tahun Kemerdekaan RI” ini menggagas rencana pembangunan 500 pusat pendidikan berasrama terintegrasi di seluruh kabupaten dan kota—sebuah visi besar demi meratakan kualitas sumber daya manusia di seluruh pelosok Nusantara.

Panji Gumilang tak sekadar berbicara soal pendidikan. Ia meramu ekosistem utuh: pengembangan sarana pendidikan, kemandirian ekonomi berbasis masyarakat, penerapan teknologi tepat guna, hingga pemberdayaan sektor pertanian dan perikanan.

Semua disusun dengan satu tujuan mulia: membantu pemerintah menekan angka pengangguran dan mencetak generasi mandiri yang berdaya saing. Banyak alumni Al‑Zaytun kini telah membuktikan keberhasilan di berbagai bidang, menjadi bukti nyata bahwa pola pembinaan ini berjalan efektif.

Langkah ini tampak kontras dengan fenomena yang kerap disayangkan publik: tak sedikit pejabat yang justru sibuk memikirkan keuntungan pribadi, mengutamakan perut sendiri di atas kepentingan rakyat luas, dan lupa tugas utama untuk mensejahterakan bangsa. Sementara itu, Panji Gumilang tetap konsisten bergerak tanpa henti, membuktikan bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas usia.

“Demi Indonesia yang bermartabat, kami terus membangun fondasi yang kokoh—bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk masa depan yang lebih cerah,” ujar Panji Gumilang dalam paparannya. Ia menegaskan bahwa gagasan yang dirumuskan bersama para profesor ini lahir dari keinginan kuat agar bangsa Indonesia berdiri tegak, berdaulat, dan dihormati di mata dunia.

Kegiatan yang berlangsung puncaknya pada 1 Juni 2026 ini menghasilkan Deklarasi Guru Besar dan Cendekiawan Indonesia yang mendukung penuh gagasan tersebut. Ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tak lahir dari retorika semata, melainkan dari kesungguhan merancang sistem, memberdayakan potensi, dan berani melangkah melampaui kepentingan sesaat.

Di tengah tantangan zaman, kehadiran gagasan besar dari Al‑Zaytun menjadi harapan sekaligus tantangan bagi semua elemen: mampukah kita berhenti berpikir sempit dan mulai bergandengan tangan demi kemajuan bersama.

Reported by Sutarno

Berita Relevan