DEMAK – Menempatkan rasa aman dan kekhidmatan beribadah sebagai prioritas utama, Kepolisian Resor Demak menggelar operasi pengamanan menyeluruh dalam rangka peringatan hari besar keagamaan Kenaikan Isa Almasih pada Kamis (14/5/2026).
Sebanyak 150 personel gabungan dari jajaran Polres dan Polsek se-Kabupaten Demak dikerahkan secara terukur dan strategis untuk menjaga ketertiban di 30 titik gereja dan rumah ibadah yang melaksanakan kegiatan rohani.
Pengerahan kekuatan ini merupakan wujud nyata komitmen kepolisian dalam menjamin kebebasan beribadah serta melindungi segenap warga negara tanpa terkecuali.
Baca Juga
Personel tidak hanya ditempatkan di ruang ibadah utama, namun juga menyebar di kawasan halaman, akses jalan, hingga area parkir, sekaligus menjalankan fungsi pengaturan lalu lintas guna mencegah penumpukan kendaraan dan memastikan kelancaran pergerakan jemaat.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, menerangkan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan.
Pola pengamanan yang diterapkan bersifat menyeluruh dan berlapis, mencakup pengawasan statis di lokasi serta patroli dinamis di wilayah sekitar untuk mendeteksi dini segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Sebanyak 150 personel kami sebarkan ke 30 gereja dan rumah ibadah. Jangkauan pengamanan kami perluas tidak hanya di dalam gedung, tetapi juga meliputi lingkungan luar, pengaturan arus kendaraan, dan patroli keliling.
Tujuannya tunggal: agar umat dapat beribadah dengan tenang, nyaman, dan bebas dari rasa khawatir,” tegas Iptu Said Nu’man Murod.
Sebagai langkah antisipasi yang ketat dan berstandar tinggi, tim khusus Unit K-9 Polres Demak turut dikerahkan lebih awal guna melakukan sterilisasi menyeluruh.
Pemeriksaan rinci dilakukan di setiap sudut lokasi, mulai dari ruang ibadah, ruang pertemuan, halaman, hingga lokasi parkir. Langkah ini diambil untuk mendeteksi dan mencegah kemungkinan adanya ancaman tersembunyi, termasuk risiko tindakan terorisme atau bahaya lain yang dapat mengganggu keamanan jemaat.
“Sterilisasi menggunakan Unit K-9 ini adalah bentuk kewaspadaan maksimal kami. Kami pastikan setiap sudut aman sebelum kegiatan dimulai, sebagai upaya cegah dini terhadap segala bentuk gangguan. Dengan demikian, kekhidmatan ibadah umat Kristiani dapat kami jaga sepenuhnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nu’man menegaskan arahan pimpinan agar seluruh personel yang bertugas senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis, santun, dan melayani. Kehadiran aparat di tengah masyarakat dimaknai sebagai wujud persaudaraan dan perlindungan negara, bukan sekadar penegakan aturan semata.
Di penutup keterangannya, ia menyampaikan apresiasi dan harapan kepada seluruh elemen masyarakat, pengurus gereja, dan warga sekitar untuk mempererat sinergi dengan kepolisian. Keamanan wilayah dinilai sebagai tanggung jawab kolektif, di mana peran serta masyarakat menjadi mata dan telinga terpenting bagi terjaganya kondusivitas.
“Kami berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan
Reporter by Ahmad Musyafak.

















