MALUKU UTARA – Gunung Dukono, yang berdiri gagah di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menyisakan duka mendalam bagi dunia pendakian dan masyarakat sekitar.
Keindahan alamnya yang mempesona dan statusnya sebagai salah satu gunung berapi aktif tertinggi di kawasan itu, kini berbalut kesedihan menyusul musibah memilukan yang merenggut tiga nyawa pendaki.Senin 11 Mei 2026.
Tragedi ini sekaligus menjadi alasan utama diambilnya keputusan tegas oleh pihak berwenang untuk menutup akses pendakian secara resmi dan menyeluruh, demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi.
Baca Juga
Kehilangan tiga jiwa ini menjadi peringatan keras betapa ganas dan tak terduga karakter alam Gunung Dukono. Gunung yang senantiasa memuntahkan asap kawah ini memang dikenal memiliki rute pendakian yang menantang, dengan medan berbatu terjal, suhu udara yang ekstrem, serta potensi bahaya vulkanik yang sewaktu-waktu dapat berubah drastis.
Belum diketahui secara rinci kronologi pasti kejadian yang merenggut nyawa ketiga pendaki tersebut, namun dugaan kuat mengarah pada perubahan kondisi alam yang mendadak, mulai dari pergeseran medan, cuaca yang berubah drastis, hingga potensi gas beracun atau aliran material vulkanik yang mengancam keselamatan.
Berita duka ini segera bergema hingga ke tingkat pemerintahan daerah dan pusat. Merespons musibah yang memilukan ini, pihak berwenang yang meliputi Dinas Pariwisata,
Balai Taman Nasional, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, bersama tim pemantau vulkanologi, telah mengambil keputusan mutlak: penutupan total jalur pendakian Gunung Dukono hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan matang. Mengingat kondisi aktivitas gunung yang masih berstatus waspada dan berpotensi menimbulkan bahaya, penutupan ini dianggap sebagai langkah paling bijak dan mutlak demi melindungi nyawa setiap warga maupun pendaki. Seluruh akses jalan masuk, pos pengawasan, dan titik start pendakian telah dipasangi pemberitahuan larangan tegas.
Tim gabungan juga telah dikerahkan untuk melakukan pemantauan ketat agar tidak ada lagi pihak yang nekat melanggar aturan dan memaksakan diri naik ke kawasan rawan tersebut.
“Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa tiga pendaki tersebut. Kehilangan ini adalah pukulan berat bagi kita semua. Namun, ini menjadi pelajaran besar bahwa alam memiliki kekuatan yang jauh di atas kita, dan kita harus tunduk pada tanda-tanda yang diberikannya.
Demi keselamatan dan keamanan nyawa masyarakat serta wisatawan, kami memutuskan menutup akses pendakian sepenuhnya. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang memaksakan diri naik, risikonya terlalu besar,” tegas pernyataan resmi dari pihak pengelola kawasan.
Pihak berwenang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, pecinta alam, maupun wisatawan yang berencana mengunjungi Maluku Utara untuk mengurungkan niat mendaki Gunung Dukono untuk sementara waktu.
Aktivitas gunung akan terus dipantau secara intensif oleh tim vulkanologi. Penutupan baru akan dicabut dan akses dibuka kembali apabila kondisi gunung dinilai sudah stabil, aman, dan tidak lagi mengandung potensi bahaya yang mengancam keselamatan.
Gunung Dukono selama ini memang menjadi daya tarik utama pariwisata alam Maluku Utara karena keunikannya, namun keindahannya kini harus disisihkan sementara waktu demi prioritas utama: keselamatan jiwa manusia.
Kenangan atas tiga nyawa yang melayang itu menjadi pengingat abadi bahwa menghormati alam dan mematuhi peringatan keselamatan adalah syarat mutlak dalam setiap langkah menaklukkan puncak tertinggi.
Reporter by Fathan AF
( Dok foto Ratastv)

















