Juli 12, 2026

Tiba-tiba Anak Suka Ngeles: Bukan Berarti Nakal, Ini Rahasia Tumbuh Kembang yang Jarang Diketahui Orang Tua

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA – Banyak orang tua panik saat melihat perubahan mendadak: si kecil yang dulunya luwes dan jujur, kini mulai menutup mulut, berdalih, atau bercerita hal yang tak sesuai kenyataan. Kekhawatiran pun muncul, takut kebiasaan ini terbawa hingga dewasa.

Namun sebelum melabeli anak sebagai pembohong, ada fakta penting yang perlu dipahami: tidak semua ucapan yang tidak benar lahir dari niat jahat.Sabtu 4 Juli 2026.

Menurut penjelasan Child Mind Institute, perilaku ini justru merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang kognitif dan emosional. Anak tidak serta‑merta bermaksud menipu, melainkan sedang bereksperimen, mencari jati diri, atau melindungi perasaannya sendiri. Memahami akar di balik kata‑katanya jauh lebih krusial daripada langsung menghakimi.

Berikut adalah tiga alasan mendasar mengapa anak mulai berani “berbeda cerita”:

1. Sedang Menguji Batasan Dunia
Sama seperti saat belajar berjalan lalu terjatuh, anak pun sedang mencoba memahami kekuatan kata‑kata. Mereka penasaran: “Apa yang terjadi jika saya berkata begini? Apakah saya terhindar dari teguran? Apakah saya akan dipuji?” Ini adalah cara mereka memetakan aturan sosial dan konsekuensi tindakan, bukan semata‑mata keinginan menipu.

2. Mencari Validasi dan Rasa Berharga
Ada anak yang melebih‑lebihkan cerita atau menciptakan kisah yang mustahil, bukan karena ingin merugikan orang lain. Di balik itu, sering kali tersembunyi rasa kurang percaya diri. Ia ingin dilihat hebat, disegani teman, atau mendapatkan perhatian yang selama ini dirasa kurang. Ucapan yang berlebihan itu sebenarnya adalah tameng untuk menutupi keraguan pada dirinya sendiri.

3. Melindungi Diri dari Luka Batin
Terkadang, anak menutupi kebenaran atau menciptakan alasan lain karena takut kecewa, takut mengecewakan orang tua, atau sedang berusaha menahan rasa sakit yang belum sanggup mereka ungkapkan. Bagi mereka, kata‑kata yang berbeda adalah cara paling aman untuk menutup diri sementara waktu dari situasi yang terasa berat.

Mengetahui hal ini, orang tua diharapkan lebih tenang dan tidak terburu‑buru marah. Langkah terbaik adalah menjadi pendengar yang aman, mengajak berbicara dari hati ke hati, dan mengajarkan bahwa kejujuran akan selalu diterima, apa pun keadaannya.

Wartawan by Sutarno

Sumber foto freepik.com

Berita Relevan