SUMUT – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari melakukan patroli udara menggunakan helikopter untuk memantau langsung situasi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolri melihat secara menyeluruh dampak kerusakan akibat bencana, termasuk infrastruktur vital yang tampak terputus total dan tergerus derasnya arus.
Patroli udara yang melibatkan tiga helikopter ini juga diikuti Menko PMK, Kapolda Sumut hingga Ketua Umum Bhayangkari.
Baca Juga
Dari udara, Kapolri memastikan bahwa sejumlah wilayah masih terendam banjir dan beberapa jalur utama tidak dapat dilalui.
Usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau korban bencana sebelumnya, Kapolri menyampaikan bahwa ada beberapa instruksi langsung yang harus segera dilaksanakan.
Presiden meminta agar perbaikan jalur terputus dipercepat serta seluruh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bahan makanan, pakaian, hingga kebutuhan penting seperti BBM subsidi dapat segera dipenuhi.
“Ada beberapa hal menjadi perhatian, kaitannya dengan jalur-jalur yang terputus. Tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan,” ujar Sigit.
Kapolri menegaskan bahwa distribusi bantuan logistik tidak boleh terhambat, terutama untuk daerah yang kini terisolasi. Polri memastikan seluruh proses penyaluran dilakukan dengan sigap dan penuh kepedulian.
Sebagai bentuk kehadiran negara, Kapolri juga menyerahkan secara simbolik delapan truk bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ yang berisi bahan makanan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari kepada Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. ( Str )

















