JAKARTA – Dokter Richard Lee akhirnya angkat bicara meluruskan kabar yang meluas terkait penyebutan nama seorang perempuan bernama Vera dalam persidangan kasusnya. Ia menegaskan dengan tegas bahwa isu perselingkuhan yang berkembang belakangan ini tidak benar sama sekali.
“Aku mau klarifikasi ya, yang kemarin cewek itu, itu bukan simpanan saya, itu bukan selingkuhan saya. Please ya, itu bukan selingkuhan saya,” tegas Richard dalam pernyataannya, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan sosok Vera hanyalah mantan gebetan yang ia kenal sejak masa sekolah hingga kuliah, dan hubungan asmara itu pun tak pernah terjalin secara resmi. “Itu mantan gebetan saya pada waktu SMA, bahkan belum jadi pacar. Itu mantan gebetan saya pada waktu masih kuliah,” ungkapnya.
Baca Juga
Richard pun membuka cerita masa lalu yang terjadi sekitar 20 tahun silam. Saat itu ia mengajak Vera berkencan, namun merasa penolakannya disebabkan oleh kondisi ekonomi yang belum mapan. “Kan kita punya insting, ‘Oh dia enggak mau karena saya miskin nih.’ Jadi saya pindah ke cewek lain yang mau saja,” ujarnya.
Suami Reni Effendy ini menyayangkan urusan pribadi masa lalu justru diangkat ke ruang sidang. Ia menilai hal itu bukan upaya mengungkap kebenaran perkara, melainkan murni pembunuhan karakter. Ia meminta semua pihak kembali fokus pada pokok perkara, yakni sengketa produk kecantikan yang menjadi dasar persidangan.
“Kalau mau soal produk, ayo kita bahas di sini. Jangan mobil, rumah tangga, gebetan, karyawan, semua dibawa. Ini mau bicara soal produk yang saintifik atau mau membunuh karakter saya?,” tandasnya.
Richard mengaku tergerak meluruskan fakta semata-mata demi melindungi perasaan istri dan anak-anaknya yang kini menjadi sasaran pandangan miring di media sosial.
Kasus ini bermula dari laporan Samira Farahnaz pada Desember 2024. Richard resmi ditetapkan sebagai tersangka setahun kemudian dengan pasal Undang-Undang Kesehatan serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Wartawan sutarno

















