Juli 24, 2026

Jangan Langsung Cemas! Ini Sebab Kenapa Sperma Bisa Jadi Lebih Cair, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA – Perubahan tekstur air mani sering kali memicu kekhawatiran tersendiri bagi kaum pria. Padahal, kondisi yang normalnya berwarna putih keabu-abuan dan bertekstur cukup kental itu terkadang bisa berubah menjadi lebih cair.

Perubahan ini belum tentu menandakan adanya penyakit serius; sering kali bersifat sementara dan akan kembali normal dengan sendirinya. Namun, jika berlangsung lama atau disertai keluhan lain, sebaiknya segera periksakan diri ke tenaga medis.

Mengutip laporan Medical News Today, berikut adalah lima penyebab paling umum di balik tekstur sperma yang menjadi lebih cair:

1. Jumlah Sperma Rendah
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan kondisi oligospermia terjadi jika jumlah sperma kurang dari 15 juta per mililiter. Hal ini bisa dipicu oleh gangguan hormon, riwayat infeksi, kebiasaan merokok dan minum alkohol, obesitas, hingga efek samping konsumsi obat-obatan tertentu.

2. Varikokel
Kondisi ini berupa pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar testis yang dapat mengganggu proses produksi serta kualitas sperma. Sering kali varikokel tidak menimbulkan gejala fisik yang terasa, sehingga baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan reproduksi.

3. Terlalu Sering Melakukan Ejakulasi
Jika berhubungan intim atau masturbasi dilakukan berkali-kali dalam waktu singkat dalam sehari, tubuh belum memiliki waktu cukup untuk memproduksi sperma secara optimal. Akibatnya, volume dan tingkat kekentalannya menurun sementara, dan biasanya akan membaik kembali setelah diberi jeda beberapa hari.

4. Ejakulasi Retrograd
Ini adalah kondisi medis di mana air mani tidak keluar melalui penis, melainkan masuk kembali ke dalam kandung kemih akibat gangguan pada otot sfingter kandung kemih. Hal ini membuat cairan yang keluar menjadi sangat sedikit dan tampak encer.

5. Kekurangan Zat Seng (Zinc)
Zat seng memiliki peran sangat penting dalam proses pembentukan sperma serta materi genetiknya. Kekurangan asupan zat ini dapat memengaruhi kualitas air mani. Sumber alami zat seng antara lain tiram, daging merah, daging ayam, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga produk olahan susu.

Kenali Tanda yang Perlu Diwaspadai
Meskipun umumnya tidak berbahaya, perhatikan ciri-ciri berikut jika sperma tampak encer:

– Tekstur lebih cair dan tidak kental
– Warna cenderung bening atau transparan
– Volume yang keluar jauh lebih sedikit dari biasanya
– Cepat mencair sesaat setelah dikeluarkan
– Terjadi secara berulang dalam jangka waktu lama
– Mengalami kesulitan memiliki keturunan meski rutin berhubungan tanpa alat kontrasepsi

Secara garis besar, perubahan ini sering kali bersifat fana dan tidak berbahaya. Namun jika keluhan terus berlanjut, pemeriksaan medis menjadi langkah tepat guna memastikan kesehatan sistem reproduksi dan mengatasi potensi gangguan sejak dini.

Wartawan sutarno

Berita Relevan