Juli 12, 2026

Darah di Tepian Sungai Katingan: Penangkapan Pengedar Sabu Berujung Bentrokan Berdarah, Satu Polisi Gugur, Dua Masih Hilang

by

medianewstrn

medianewstrn.com

KATINGAN – Operasi penindakan peredaran narkotika yang digelar Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan berubah menjadi tragedi mencekam dan penuh kekerasan pada Rabu malam, 1 Juli 2026.

Awalnya berangkat menindaklanjuti informasi warga tentang peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, anggota justru menghadapi perlawanan bersenjata massal yang merenggut nyawa salah satu personel dan membuat dua rekannya hingga kini belum diketahui nasibnya.

Berdasarkan keterangan yang diterima, tim dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Katingan berangkat sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi tujuan pukul 00.30 WIB.

Sembilan personel menuju kediaman tersangka yang berinisial BIO—diketahui sebagai residivis kasus sabu—sementara tiga anggota lain bersiaga di lingkungan SMP setempat. Saat tim utama tiba dan memperkenalkan diri, tersangka BIO berhasil diamankan oleh Aipda Yudhie.

Namun situasi berubah drastis ketika seorang laki‑laki dari arah dapur muncul membawa parang dan mengarahkannya kepada Briptu Dedi; ancaman senjata tajam ini berhasil diredam berkat sigapnya Bripda Ferdy membantu menahan tangan pelaku.

Kekerasan memuncak saat dua orang lain muncul dari kamar tanpa busana bagian atas dan mengenakan celana biru, lalu mengayunkan parang langsung ke arah Kasat Resnarkoba. Aiptu Sumariyanto telah melepaskan tembakan peringatan, namun pelaku tetap nekat menyerang sehingga terpaksa ditembak untuk melumpuhkan, yang membuat salah satu pelaku tergeletak di ambang pintu. Peristiwa ini memicu histeria keluarga korban dan memancing amukan warga: puluhan orang keluar rumah membawa parang hingga senjata api rakitan dan menyerang barisan kepolisian.

Terdesak dan terancam nyawa, anggota berupaya mengamankan diri ke pulau kecil di tengah sungai, sementara Kasat Resnarkoba turun langsung ke aliran air. Meskipun telah meminta bantuan penguatan ke Polres dan Polsek setempat, warga terus menembakkan senjata rakitan ke arah tim. Tim kedua yang bertugas mencari bantuan sempat dikejar kendaraan dan dihadang warga bersenjata namun akhirnya berhasil mencapai Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Dalam upaya menyelamatkan diri dengan berenang, sebagian anggota berhasil mencapai hutan untuk bersembunyi. Namun Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie, dan Bripda Nopandri Ramadhana yang kelelahan sempat menyatakan menyerah dan kembali ke tepian sungai yang sudah dipenuhi warga.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak sembilan personel telah dievakuasi dengan selamat. Namun duka mendalam menyelimuti kepolisian: Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia di atas lanting sungai, sementara nasib Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih menjadi misteri.

Tim gabungan kini terus melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran sungai dan kawasan sekitar desa demi menemukan jejak kedua anggota yang hilang sekaligus menegakkan hukum atas serangan bersenjata terhadap aparat negara.

Wartawan by Sutarno

Berita Relevan