MAGELANG – Dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak Nasional tahun 2570 B.E./2026, Kepolisian Daerah Jawa Tengah bekerja sama dengan Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI) menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang luar biasa di kawasan Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (23/5/2026).

Rangkaian kegiatan kemanusiaan ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh masyarakat luas, yang berbondong-bondong hadir untuk memanfaatkan berbagai layanan medis dan pengobatan gratis yang disediakan.
Baca Juga
Kegiatan ini menghadirkan spektrum pelayanan kesehatan yang sangat lengkap dan komprehensif, disiapkan untuk melayani ribuan warga yang membutuhkan.
Berbagai jenis layanan tersedia, mulai dari pengobatan poli umum, pelayanan dokter spesialis, pemeriksaan dan penanganan kesehatan gigi, tindakan operasi bedah ringan, penanganan kasus bibir sumbing, operasi katarak, hingga pembagian ribuan kacamata baca secara cuma-cuma bagi masyarakat.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jateng, Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko, Sp.BM., MARS., FisQua, merinci target layanan yang telah disiapkan secara matang dalam kegiatan besar ini.
Sebanyak 6.000 kuota disediakan untuk pelayanan poli umum, 2.500 untuk poli gigi, 1.000 pasien untuk tindakan bedah ringan, serta masing-masing 500 pasien untuk penanganan bibir sumbing dan operasi katarak.
Selain itu, disiapkan pula 2.000 pasang kacamata baca dan pelayanan dokter spesialis di berbagai bidang seperti kulit, jiwa, THT, penyakit dalam, serta saraf yang diperuntukkan bagi 3.000 orang peserta.
Selain berfokus pada pelayanan kesehatan umum, kegiatan ini juga menonjolkan satu program unggulan yang menjadi fokus utama, yaitu layanan Skrining Tuberkulosis (TB) Paru di bawah payung program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru”. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya eliminasi penyakit menular tersebut di tingkat nasional.
“Selain memberikan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan, kami juga secara aktif melakukan deteksi dini melalui skrining.
Hal ini sangat penting mengingat Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang menjadi perhatian serius dan membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk memberantasnya,” ungkap drg. Agung Hadi Wijanarko.
Dalam pelaksanaan layanan skrining tersebut, tercatat sebanyak 28 warga turut berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 orang menjalani pemeriksaan rontgen dada sebagai langkah diagnostik awal, sementara 3 orang lainnya tidak melanjutkan hingga tahap pemeriksaan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi medis yang dilakukan, teridentifikasi sebanyak 16 orang yang masuk dalam kategori tersangka atau berisiko menderita TB Paru, sedangkan 12 orang lainnya dinyatakan tidak terindikasi menderita penyakit tersebut.
Sebagai tindak lanjut yang segera dan tepat sasaran, seluruh peserta yang masuk kategori tersangka langsung diberikan wadah pengambilan sampel dahak serta dirujuk ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat sesuai dengan domisili masing-masing.
Langkah ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam, guna memastikan diagnosis yang akurat dan memulai penanganan medis yang tepat waktu dan efektif.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kepedulian nyata institusi kepolisian terhadap kesejahteraan masyarakat serta kontribusi aktif dalam memutus mata rantai penularan penyakit.
“Pasien yang terindikasi kami tindak lanjuti secepat mungkin agar penanganan medis dapat segera dilakukan. Hal ini krusial untuk memutus rantai penularan dan mempercepat pemulihan kesehatan warga,” jelasnya.
Komitmen ini akan terus diperkuat melalui kerja sama dan sinergi yang erat dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Harapan besarnya, langkah ini dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan dini, serta menyelesaikan proses pengobatan hingga tuntas guna mencapai kesembuhan yang sempurna.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menekankan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pelayanan yang bersifat kemanusiaan.
Momen peringatan Hari Waisak ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempererat ikatan persaudaraan dan kepedulian sosial, sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat terhadap penyakit yang masih menjadi tantangan besar ini.
“Kehadiran layanan kesehatan dan skrining ini adalah bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam melayani dan menyejahterakan masyarakat.
Kami berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan semakin bermanfaat luas bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” pungkas Kombes Pol Artanto.
Wartawan by Suherman

















