JAKARTA – Di tengah kehidupan bermasyarakat, kini muncul fenomena yang cukup mengkhawatirkan, yakni keberadaan wanita perebut laki orang atau yang akrab disapa pelakor yang menyamar dengan penampilan dan perilaku seolah-olah wanita shalehah, bahkan berkedok sebagai ustadzah atau tokoh agama. Sabtu 23 Mei 2026.
Sosok ini kerap hadir dengan penampilan yang rapi, berhijab, bertutur kata halus, namun menyimpan niat yang jauh dari baik dan bertujuan mengganggu keutuhan rumah tangga orang lain.
Sosok wanita jenis ini biasanya tampil sangat menarik dengan gaya berpakaian yang nyentrik namun tetap terlihat sopan dan berkesan religius. Ia selalu menebar pesona dengan penampilan yang terawat, harum semerbak, serta gaya bicara yang lembut, santun, dan sering kali mengutip kata-kata bijak atau nasihat seolah-olah ia adalah sosok yang sangat berilmu dan bijaksana.
Baca Juga
Tak jarang, sosok ini bahkan menempati posisi terhormat di masyarakat, seperti menjadi kepala sekolah atau pemuka agama, sehingga membuat orang lain lengah dan percaya sepenuhnya pada kepribadiannya yang sebenarnya palsu.
Di balik penampilan yang memikat dan sikap yang terlihat baik hati, tersimpan sifat yang penuh iri dan dengki. Wanita seperti ini biasanya merasa tidak puas dengan kehidupannya sendiri dan sering kali memandang iri kesuksesan orang lain, terutama teman-temannya yang memiliki kehidupan mapan, suami yang tampan, serta memiliki segalanya yang tampak sempurna di mata dunia.
Perasaan iri inilah yang kemudian mendorongnya untuk berusaha merebut kebahagiaan milik orang lain, tanpa mempedulikan rasa sakit hati atau penderitaan yang akan menimpa istri sah maupun anak-anak dari keluarga yang ia ganggu.
Dalam menjalankan aksinya, wanita pelakor berkedok baik ini sangat pandai memainkan peran. Ia akan selalu memuji-muji laki-laki yang baru dikenal, membuat orang tersebut merasa sangat dihargai, dimengerti, dan merasa nyaman saat berada di dekatnya.
Ia pandai berbicara seolah-olah ia adalah satu-satunya orang yang paling mengerti dan memahami isi hati laki-laki tersebut. Semua tindakan dan ucapannya hanyalah topeng belaka untuk memikat hati dan menjerat laki-laki tersebut ke dalam perangkap yang telah ia siapkan.
Yang lebih memprihatinkan, wanita jenis ini biasanya tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun atas perbuatan yang telah merusak kebahagiaan orang lain. Ia selalu merasa dirinya benar dan meyakini bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang pantas ia dapatkan.
Ia membayangkan bahwa dengan merebut suami orang lain, ia akan mendapatkan kehidupan yang indah, mewah, dan penuh kebahagiaan seperti apa yang ia bayangkan selama ini.
Namun, kenyataan sering kali berbicara lain. Ketika ia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan dan hidup bersama laki-laki tersebut, kehidupan yang dijalani ternyata tidak seindah dan semewah yang ia bayangkan.
Bahkan, sering kali justru sebaliknya, kehidupan yang dijalani menjadi jauh lebih sulit, penuh pertengkaran, dan jauh dari kata bahagia.
Ketika ia merasa tidak lagi mendapatkan keuntungan atau kepuasan, dengan mudahnya ia akan meninggalkan laki-laki tersebut dan segera mencari korban baru lainnya.
Oleh sebab itu, bagi para istri, sangatlah penting untuk senantiasa menjaga keharmonisan rumah tangga, melayani suami dengan sebaik-baiknya, serta menciptakan suasana rumah yang penuh kasih sayang, agar suami tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu wanita-wanita yang berniat buruk. Begitu pula bagi kaum laki-laki, hendaklah selalu waspada dan berhati-hati.
Jangan sampai terbuai oleh penampilan, kata-kata manis, dan kenyamanan semu yang ditawarkan wanita pelakor, karena hal itu hanya akan membawa pada penderitaan dan kesengsaraan hidup di kemudian hari. Ingatlah, wanita yang tulus dan baik hati tidak akan pernah merusak atau merebut kebahagiaan milik orang lain.
Wartawan by Sutarno

















