JATENG – Di tengah jalanan yang sempat diselimuti asap pekat dan kobaran api, di tengah riuhnya suara aspirasi yang disuarakan ribuan mahasiswa, momen haru tersemat dalam perlawanan itu. Dua pemuda berbaju bertuliskan “GANAS” tampak merapatkan Sang Saka Merah Putih ke dada, lalu mengecupnya dengan penuh haru.
Debu dan keringat melekat di wajah mereka, namun air mata yang menetes menjadi saksi bisu: di balik ketegasan perjuangan, tersimpan kasih sayang yang mendalam terhadap tanah air. Momen itu seolah menjawab segala tuduhan yang kerap dialamatkan kepada para pengunjuk rasa.
Keduanya dengan lantang menyuarakan pesan yang menggetarkan hati: “KAMI CINTA INDONESIA, BUKAN MUSUH NEGARA!”
Baca Juga
Peristiwa ini mengajarkan bahwa menyuarakan kebenaran dan kritik bukanlah bentuk kebencian terhadap negara. Justru sebaliknya, perhatian yang tajam terhadap kesalahan adalah wujud cinta yang mendalam, agar Indonesia senantiasa berjalan pada jalur yang benar, adil, dan bermartabat.
Wartawan sutarno

















