Juni 5, 2026

Dinkes DKI Catat Empat Kasus Hantavirus Sepanjang 2026: Tiga Sembuh, Satu Masih Diobservasi

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat adanya sejumlah kasus temuan infeksi Hantavirus yang terjadi sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data resmi yang disampaikan, tercatat empat warga teridentifikasi terpapar virus tersebut. Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan pulih kembali setelah hanya mengalami gejala ringan.

Sementara itu, satu kasus lainnya masih berstatus sebagai suspek dan sedang menunggu hasil konfirmasi serta penegakan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium secara mendalam.

Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, saat memberikan keterangan dan penjelasan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut penjelasannya, status satu pasien yang tersisa belum dapat dipastikan secara klinis, sehingga memerlukan pembuktian ilmiah lebih lanjut untuk menetapkan diagnosa akhirnya.

“Satu orangnya saat ini masih berstatus suspek. Penetapan status penyakitnya masih harus ditindaklanjuti melalui penegakan diagnosis di laboratorium agar hasilnya akurat dan pasti,” tegas Ani Ruspitawati.

Bukan Virus Baru, Berbeda Karakter dengan COVID-19

Merespons kekhawatiran publik yang mungkin timbul akibat munculnya kembali isu penyakit menular, Ani menegaskan perbedaan mendasar antara Hantavirus dengan pandemi COVID-19 yang pernah melanda dunia.

Ia menekankan bahwa Hantavirus bukanlah jenis patogen baru yang muncul secara tiba-tiba, melainkan virus yang sudah lama dikenal keberadaannya di dunia medis dan kesehatan masyarakat, serta senantiasa berada dalam pemantauan ketat pihak berwenang.

“Hantavirus sesungguhnya adalah virus lama, bukan jenis virus baru yang baru saja muncul. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi COVID-19 di masa lalu yang merupakan penyakit baru yang muncul (new emerging disease) dan belum diketahui sama sekali karakteristiknya.

Jika Hantavirus ini, kita sudah memahami sifat, cara penularan, dan pengendaliannya, serta terus memantau pergerakannya sejak lama,” jelasnya guna menenangkan masyarakat.

Bersumber dari Tikus: Jalur Penularan dan Pencegahan

Pihak kesehatan juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai sumber dan mekanisme penularan penyakit ini. Hantavirus diketahui bersifat zoonosis, yakni penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan tikus sebagai inang utamanya.

Penularan kepada manusia tidak terjadi melalui gigitan secara langsung, melainkan melalui paparan terhadap cairan tubuh tikus seperti urin, liur, maupun kotoran hewan tersebut yang telah mencemari lingkungan sekitar.

Risiko tertular meningkat ketika limbah atau cairan tubuh tikus tersebut mengering dan bercampur menjadi debu halus, yang kemudian terhambur ke udara dan tanpa sadar terhirup masuk ke dalam saluran pernapasan manusia. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penularan penyakit ini.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan pemantauan, deteksi dini, serta penyuluhan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, membuang sampah pada tempatnya, serta menutup rapat sumber makanan agar tidak terjangkau oleh tikus.

Langkah-langkah preventif ini dinilai paling efektif untuk menekan populasi tikus sekaligus meminimalkan risiko kontak manusia dengan sumber virus tersebut.

Hingga saat ini, situasi kasus Hantavirus di Jakarta dinilai masih terkendali. Masyarakat diimbau untuk tidak panik berlebihan, namun tetap waspada dan menjaga kebersihan sebagai bentuk pertahanan diri paling utama.

Reporter by Tasya

Berita Relevan