Juli 29, 2026

Kepuasan Merosot Bukan Vonis Akhir: Denny JA—Prabowo Masih Punya Peluang Bangkit Seperti Ronald Reagan

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA – Menurunnya angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto belakangan ini memicu beragam penafsiran. Namun pengamat sosial Denny JA mengingatkan: grafik yang turun tak berarti tak bisa kembali menanjak. Sejarah membuktikan hal itu, asalkan pemimpin mampu membaca pesan rakyat dan berani mengubah arah kebijakan.

Dalam tulisannya yang mendalam, Denny JA menyoroti data survei SMRC yang mencatat penurunan kepuasan dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Penurunan drastis ini bukan sekadar angka statistik, melainkan gema gelisah jutaan keluarga yang merasakan beratnya tekanan ekonomi sehari-hari: harga kebutuhan pokok, kesulitan pekerjaan, dan daya beli yang makin menipis.

Mengambil pelajaran dari sejarah Amerika Serikat, Denny JA membandingkan dinamika ini dengan dua presiden yang menghadapi situasi serupa: Ronald Reagan dan Jimmy Carter. Keduanya berhadapan dengan krisis ekonomi dan angka dukungan yang jatuh, namun melangkah pada jalan yang berbeda.

Reagan yang sempat hanya didukung sekitar 35 persen rakyat akhirnya bangkit meraih kemenangan besar. Bukan semata karena pidato, melainkan karena rakyat melihat perubahan nyata: harga terkendali, lapangan kerja terbuka, dan kehidupan perlahan membaik. Sebaliknya, integritas dan prestasi diplomatik Carter tak mampu menutupi kegelisahan rakyat di meja makan ketika inflasi dan kesulitan ekonomi tak kunjung usai.

Denny JA menegaskan, rakyat tak menilai pemerintahan dari baliho atau pidato, melainkan dari apa yang terasa di dapur, di dompet, dan dalam perjuangan sehari-hari. Dua program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih kini berada di ujian realitas: diketahui luas, namun belum sepenuhnya diyakini dampaknya. Yang dibutuhkan bukan lagi sosialisasi gencar, melainkan perbaikan tata kelola, transparansi, dan hasil yang nyata.

Kepada pemerintahan, Denny JA merumuskan lima jalan agar kepercayaan kembali tumbuh: menjadikan pemulihan daya beli sebagai prioritas utama, membenahi pelaksanaan program strategis secara terbuka, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, berani mengoreksi kebijakan sebelum dipaksa keadaan, serta menghadirkan kemajuan-kemajuan kecil namun konsisten yang dirasakan langsung masyarakat.

“Angka survei yang merosot bukan vonis kematian. Ia adalah alarm yang berbunyi sebelum pintu kepercayaan benar-benar tertutup,” tulis Denny JA. “Prabowo kini berdiri di persimpangan dua jalan. Rakyat belum berpaling sepenuhnya. Mereka hanya menunggu satu hal: bukti bahwa hidup mereka mulai terasa lebih ringan.”

Wartawan sutarno

Berita Relevan