Panduan Bijak Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Segar, Bernutrisi, dan Tidak Berbau

by

medianewstrn

medianewstrn.com

JAKARTA  – Hari Raya Idul Adha bukan sekadar momentum pelaksanaan ibadah penyembelihan hewan kurban sebagai wujud ketaatan dan pengorbanan. Lebih dari itu, esensi sejati perayaan ini tercermin pula dalam bagaimana kita menjaga amanah rezeki yang telah Allah SWT limpahkan kepada kita.

Daging kurban yang diterima merupakan berkah besar, dan kewajiban kita selanjutnya adalah memelihara kualitasnya agar tetap baik, sehat, layak konsumsi, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun keluarga.

Namun, di tengah kebahagiaan menerima pembagian daging kurban, sering kali muncul kebingungan di tengah masyarakat mengenai cara penyimpanan yang Jum’at 29/05/2026.

Banyak kasus ditemukan di mana daging menjadi cepat rusak, mengeluarkan bau tak sedap, berubah warna, hingga kehilangan kandungan gizi yang berharga, semata-mata karena penanganan dan penyimpanan yang kurang tepat.

Berdasarkan panduan dan kajian yang disampaikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kesalahan dalam metode penyimpanan tidak hanya berakibat pada pembusukan bahan pangan, melainkan juga penurunan kualitas gizi secara drastis. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat daging kurban adalah rezeki yang diharapkan membawa keberkahan.

Menyimpan dengan cara yang benar sejatinya bukan sekadar upaya teknis menjaga keawetan, melainkan wujud nyata tanggung jawab dan penghormatan kita terhadap amanah rezeki yang telah diterima.

Berikut adalah panduan lengkap, sistematis, dan tepat guna dalam menyimpan daging kurban agar tetap awet berbulan-bulan, bebas bau, serta kandungan gizinya senantiasa terjaga utuh:

1. Proses Awal: Pembersihan, Pemotongan, dan Pembagian yang Terukur

Langkah pertama dan paling krusial dimulai dari persiapan daging sebelum masuk ke tempat penyimpanan.

Pembersihan yang Cermat: Cuci daging di bawah aliran air yang mengalir secukupnya. Tujuannya bukan untuk membersihkan hingga bersih sempurna atau merendam lama, melainkan sekadar membuang sisa-sisa darah, kotoran, atau debu yang masih menempel.

Setelah dicuci, tiriskan daging hingga benar-benar kering dan tidak ada sisa air yang menetes. Kadar air berlebih menjadi pemicu utama pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan dan bau tidak sedap.

Pemotongan yang Tepat: Gunakan pisau yang tajam dan bersih saat memotong daging. Pisau yang tumpul cenderung merobek serat daging, sehingga sel-sel daging menjadi rusak dan lebih mudah mengalami perubahan kualitas maupun pembusukan.

Potonglah daging sesuai dengan kebutuhan pengolahan nantinya, misalnya dibedakan untuk keperluan masakan berkuah, sate, atau olahan kering seperti rendang.

Pemisahan dan Pembagian Porsi: Hindari kebiasaan menyimpan seluruh daging dalam satu wadah besar atau satu bungkus raksasa. Hal ini akan memperlambat proses pembekuan, sehingga daging bagian dalam menjadi rusak sebelum membeku.

Bagi daging ke dalam porsi-porsi kecil sesuai takaran sekali masak. Cara ini mempercepat proses pembekuan, menjaga kesegaran merata, dan sangat praktis serta higienis saat akan digunakan kembali, tanpa perlu mencairkan seluruh tumpukan daging.

Pengemasan Higienis: Masukkan potongan daging yang sudah dibagi ke dalam wadah kedap udara atau plastik pembungkus khusus makanan (food grade) yang tebal dan berkualitas. Pastikan kemasan tertutup rapat agar tidak ada udara yang masuk, sekaligus mencegah bau dari bahan makanan lain di dalam lemari es bercampur ke dalam daging.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana namun penuh ketelitian ini, Anda tidak hanya berhasil menjaga daging kurban agar tetap awet berbulan-bulan, tetapi juga telah menjalankan bagian dari hikmah Idul Adha: menjaga amanah, menghargai rezeki, dan memastikan keberkahan makanan yang akan dikonsumsi bersama keluarga tercinta.

Penulis by Mas Tarno

Berita Relevan