Wisata Pulau Berhala Kepri Terabaikan, Pantai Kotor Penuh Sampah dan Air Bersih Langka

by

medianewstrn

medianewstrn.com

LINGGA, KEPR0I – Keindahan alam Pulau Berhala di Kelurahan Berlian, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, memang tak perlu diragukan lagi. Dengan air laut berwarna hijau kebiruan dan hamparan pasir putih, destinasi ini menjadi magnet utama bagi wisatawan, terutama dari Jambi dan Palembang. Namun, pesona alam tersebut kontras dengan kondisi fasilitas yang sangat memprihatinkan.

Hasil pantauan di lapangan, Senin (30/3/2026), terlihat jelas bahwa tempat wisata ini sangat kotor. Daun-daun kering, ranting kayu, hingga pecahan botol kaca berserakan di sepanjang pantai. Jalan setapak banyak yang rusak dan hancur, sementara bangunan-bangunan penunjang wisata terlihat tidak terawat sama sekali.

Banyak pengunjung mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Bahkan, untuk sekadar mencuci tangan pun susah, belum lagi untuk keperluan mandi. Salah satu insiden mengenaskan juga pernah terjadi, di mana kaki seorang wisatawan terluka cukup parah hingga harus dijahit delapan kali akibat menginjak pecahan kaca di pantai.

Pungutan Retribusi Capai Puluhan Juta, tapi Tak Ada Perawatan
Para pengunjung sebenarnya tidak keberatan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Namun, mereka berharap uang tersebut digunakan untuk perawatan dan kebersihan lokasi. Padahal, setiap tahunnya saat libur Idul Fitri saja, pengunjung bisa mencapai lebih dari 5.000 orang. Jika dikalikan tarif tiket, potensi pendapatan mencapai Rp 50 juta per tahun, belum termasuk biaya kapal.

“Warga di sini hanya jadi penonton. Uang hasil tiket dikumpulkan, tapi kami tidak pernah melihat ada pembangunan atau perbaikan fasilitas yang signifikan. Bangunan yang ada pun peninggalan zaman dulu saat wilayah ini masih masuk administrasi Jambi,” ungkap salah satu warga setempat.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Berlian mengakui bahwa pihak kelurahan hanya bertugas di lokasi, namun seluruh hasil pungutan tiket disetorkan langsung ke Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga.

“Semuanya diserahkan ke Dinas Pariwisata, jadi soal perawatan dan pembangunan kami tidak tahu menahu,” tegasnya.

Sementara itu, upaya media untuk mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Harpiadi ST, menemui jalan buntu. Pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp tidak dibalas, dan saat dihubungi via telepon, nomor tersebut tidak dapat dijangkau.

Reporter by : Fathan AF

Berita Relevan