BOGOR – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat.
Sigit mengungkapkan, Eyang Meri selalu menyampaikan pesan untuk seluruh keluarga besar Polri, yaitu jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi.
Pesan itu disampaikan Eyang Meri dalam beberapa kali pertemuan dan dijadikan semangat dan inspirasi keteladanan bagi seluruh personel Korps Bhayangkara.
Baca Juga
Sigit juga menyebutkan bahwa pesan Ewa Meri memutar rekaman pesan dari Eyang Meri untuk keluarga besar Polri saat melayat ke rumah duka.

“Saya terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan daripada pendahulu utamanya Almarhum Hoegeng Iman Santoso yang tentunya akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut,” ujar Sigit.¹
Eyang Meri meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.24 WIB pada usia 100 tahun di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Jenazahnya dimakamkan di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat, bersebelahan dengan makam suaminya, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. ( Red )

















