Inilah Asal Usul Sejarah Taman Margasatwa Ragunan

by

medianewstrn

medianewstrn.com

The gate of Ragunan Zoo, South Jakarta. The gate design took cue from traditional Java-Bali split gate Candi Bentar, however the gate took form of two large bird facing eachother. The front of the gate is tha statue of Orangutan, one of the most important primate species in Indonesia.

JAKARTA – Taman Margasatwa Ragunan, yang terletak di Cilandak, Jakarta Selatan, memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Berdiri sejak 19 September 1864, taman ini awalnya bernama “Planten en Dierentuin” dan dikelola oleh perhimpunan penyayang Flora dan Fauna Batavia.Selasa 3/2/2026.

Pada awalnya, taman ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektar di Jalan Cikini Raya No 73, yang dihibahkan oleh Raden Saleh, pelukis ternama Indonesia. Namun, seiring dengan perkembangan Jakarta, lokasi di Cikini menjadi tidak memadai lagi untuk peragaan satwa.

Pada tahun 1964, pemerintah DKI Jakarta membentuk Badan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Kebun Binatang untuk memindahkan kebun binatang ke Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Lahan seluas 30 hektar di Ragunan dihibahkan oleh pemerintah DKI Jakarta, dan pada 22 Juni 1966, Taman Margasatwa Ragunan resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Mayor Jenderal Ali Sadikin.

Saat ini, Taman Margasatwa Ragunan memiliki luas 147 hektar dan menjadi rumah bagi lebih dari 2.101 ekor satwa dari 220 spesies.

Taman ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti sarana rekreasi, taman refleksi, taman bermain satwa untuk anak, dan pusat informasi.

Taman Margasatwa Ragunan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga sebagai pusat penelitian dan konservasi hewan.

Beberapa program konservasi yang dilakukan di taman ini meliputi penyelamatan satwa-satwa yang terancam punah, serta peningkatan populasi hewan-hewan tertentu.

Penulis by : Sutarno

Berita Relevan