BOGOR – Dalam perjalanan hidup, memilih dan mengenali hakikat sebuah pertemanan menjadi kunci berharga agar hati tetap tenang dan langkah tetap teguh.
Hal ini disampaikan oleh Bang Iponk, warga lingkungan Cilengsi, yang membagikan pandangan bijak mengenai perbedaan mendasar antara pertemanan yang tulus dan pertemanan yang hanya didasari oleh kepentingan semata. Selasa 16 Juni 2026.
Menurutnya, kemampuan memilah dan mengenali karakter teman di sekitar kita adalah hal penting yang harus dimiliki setiap orang. Sebab, tidak semua yang mendekat membawa niat mulia; ada yang datang dengan hati tulus, namun tak jarang pula yang hanya berorientasi pada keuntungan pribadi semata.
Baca Juga
“Pertemanan yang sejati dan tulus adalah mereka yang hadir tanpa syarat: menemani kita saat berbahagia, namun lebih setia berdiri di sisi saat hidup sedang dilanda kesulitan.
Di saat kita jatuh dan membutuhkan uluran tangan, dialah yang bersedia membantu, memberikan nasihat yang membangun, serta tidak pernah berpikir untuk pergi meninggalkan ikatan persahabatan yang telah terjalin,” jelas Bang Iponk dengan nada tulus.
Ia menegaskan betapa berbedanya dengan pertemanan yang tidak tulus, yang hanya menjadikan hubungan sebagai sarana meraih keuntungan semata.
Tipe teman semacam ini baru akan mendekat dan bersikap akrab hanya ketika ada kebutuhan yang ingin dipenuhi, namun saat temannya sedang mengalami musibah atau kesusahan, justru akan bersikap sebaliknya.
“Ketika kita sedang jatuh, bukannya membantu, dia malah menertawakan, meremehkan, mengolok-olok, dan merasa dirinya paling benar serta sempurna. Saat ia sedang berkelimpahan rezeki, ia lupa akan kawan, bahkan enggan sekadar menyapa atau berkomunikasi.
Namun ironisnya, saat melihat temannya berhasil meraih kesuksesan, barulah ia datang kembali, mengaku dekat, dan merasa dirinya dikorbankan atau tidak dilibatkan ciri nyata pertemanan yang hanya mencari keuntungan,” tegasnya.
Bang Iponk menambahkan, bagi tipe teman yang demikian, ikatan persahabatan tidak memiliki nilai hakiki: jika dirasa sudah tidak bermanfaat atau tidak lagi menguntungkan baginya, maka dengan mudah ia akan pergi dan memutuskan hubungan begitu saja.
Namun ia juga menyampaikan harapan luhur bagi setiap orang: “Semoga kita semua diberikan kebijaksanaan untuk dapat menilai dan memilih teman dengan bijaksana.
Ingatlah, hakikat berteman adalah untuk memperluas persaudaraan, menjaga tali silaturahmi, mempererat kebersamaan, serta saling berbagi kebaikan—termasuk berbagi informasi jalan meraih rezeki yang halal dan berkah, agar kita semua dapat maju dan sejahtera bersama-sama.”
Pesan sederhana namun penuh makna ini diharapkan dapat menjadi cermin bagi banyak orang, agar senantiasa menjauhi hubungan yang merugikan dan memelihara pertemanan yang membawa kebaikan, ketenangan hati, serta keberkahan dalam kehidupan.
Wartawan by Dery Leorna

















